Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Pemuda Khatolik Wewewa Selatan Jalankan Proposal Pembangunan Gedung Gereja, Ada 324 Umat

Diketahui, sejak gedung darurat Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto dibangun memiliki 54 Kepala Keluarga(KK) dengan total jumlah umat 219 jiwa. (Dokpri Rian Marviriks)

TIMEXNTT – Pemuda Khatolik Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto, Agustinus Milla Ate menjalankan proposal pembangunan gedung gereja.

Diketahui, sejak gedung darurat Gereja Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto dibangun memiliki 54 Kepala Keluarga(KK) dengan total jumlah umat 219 jiwa.

Namun demikian, seiring berjalannya waktu, pada bulan Desember 2023, umat Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto kian bertambah. Dari 52 KK menjadi 54 KK. Sehingga total umat saat ini 324 jiwa.

Dengan bertambahnya umat tersebut, pengurus gereja berniat membangun gedung gereja secara permanen.

Saat ini, umat sedang gotong royong membangun gedung gereja secara permanen. Pondasi keliling sudah dibuat.

Baca Juga  Demi Hindari Hal Tak Diinginkan, Polres SBD Didesak Amankan Pelaku Penyerobotan Tanah di Bondo Ukka Wewewa Selatan

“Pondasi sudah jadi. Umat sudah timbun pakai tanah putih. Itu semua hasil gotong royong,” kata Agustinus ketika ditemui timexntt.id, Rabu(31/07/2024).

Agustinus menyebut proposal sudah dijalankan sejak bulan Januari 2024. Proposal itu bertujuan untuk menggalang dana yang akan diperuntukan khusus melanjutkan pekerjaan yang masih tunggak.

Sejauh ini, kata dia, Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto baru mendapatkan bantuan 50 kursi plastik. Selain itu, bahan material bangunan berupa semen sebanyak 20 sak dan 50 lonjor besi.

Baca Juga  KLARIFIKASI! Pembuat Posko Ratu Angga di Desa Webaghe Sebut Oknum Anggota DPRD SBD Pembuat Gaduh; Jangan jajah kami

“Untuk semen dan besi itu hasil dari ketika proposal dijalankan. Sedangkan kerjanya nanti itu swadaya atau umat gotong royong. Itu guna memanilisir penggunaan uang,” ucapnya.

Bukan hanya Agustinus, proposal itu dijalankan oleh seluruh pemuda khatolik yang berada di Stasi Santo Vincensius Apaulo Puu Maroto.

Nantinya, ketika dana terkumpul, umat akan kembali bergotong royong dalam melanjutkan pekerjaan gedung gereja tersebut.

“Kami berharap supaya proposal yang kami jalankan itu bisa menuai hasil yang memuaskan. Kami sangat berharap bantauan dari berbagai pihak untuk pembangunan gereja kami,” harapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!