Penantian Kelompok Persada Selama 10 Tahun Menuai Hasil, Bupati Ratu Wulla: Manfaatkan Dengan Baik
STORINTT – Salah satu kelompok tertua di Desa Kabali Dana Kecamatan Wewewa Barat, kelompok tani persada akhirnya kerinduan mereka untuk mendapat bantuan alat dan mesin pertanian berupa hand tractor akhirnya terealisasi.
Kelompok yang sudah berkali-kali mengajukan proposal untuk bantuan hand tractor itu, mimpi mereka baru terealisasi ketika Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla memimpin daerah ini. Mereka menunggu kurang lebih 10 tahun sejak kelompok tersebut dikukuhkan.
Menariknya lagi, Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla seusai upacara peringatan Hari Kemerdekan Republik Indonesia ke-81 pada Senin(17/08/2026) di Alun-Alun Tambolaka.
Selama ini, mereka hanya menggunakan alat manual dalam mengolah. Namun, keterbatasan tersebut tidak menguburkan semangat mereka untuk budidaya tanaman horti. Bahkan, hasil tanaman horti tersebut, sudah ada yang membeli sepeda motor, serta membantu mereka untuk menyekolahkan anak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kelompok ini juga mendapat dukungan dari Bank NTT cabang Weetebula melalui program Kredit Usaha Rakyat(KUR) dalam memperkuat sektor produktif pertanian.
Sementara, anggota kelompok Persada fokus pada budidaya tanaman horti. Beberapa diantara mereka telah menyuplay bahan baku di sejumlah dapur SPPG di Sumba Barat Daya.
Disela-sela penyerahan bantuan hand tractor, Bupati Ratu Wulla mengingatkan 11 kelompok penerima bantuan supaya memanfaatkan alsintan tersebut dengan baik.
“Gunakan dengan baik. Jangan dijual untuk menutup hutang,” kata Bupati Ratu Wulla.
Sementara itu, ditemui terpisah, Ketua Kelompok Persada, Markus Umbu Pati, mengatakan bahwa traktor ini bukan sekadar bantuan barang, melainkan penopang utama keberlanjutan mata pencaharian mereka.
Menurutnya, Selama 10 tahun terakhir, pengolahan lahan oleh seluruh anggota dilakukan secara manual maupun memanfaatkan penyewaan alat yang memakan biaya tidak sedikit.
Keterbatasan sarana tersebut kerap menjadi kendala utama dalam mengejar target masa tanam yang optimal. Namun, tidak pernah menguburkan semangat bertani mereka.
“Selama 10 tahun ini kami sewa alat untuk membantu memudahkan kami dalam mengolah lahan. Tapi Puji Tuhan, ketika Ibu Ratu jabat, kami baru mendapatkan bantuan tractor seusai kami kasih masuk permohonan melalui proposal. Terima kasih Ibu Ratu,” kata Markus.
Dengan bantuan itu, Markus berjanji akan memanfaatkan dengan baik sesuai peruntukannya. Bahkan, ia akan segera rapat bersama seluruh anggota kelompok dalam membahas tentang bantuan hand tractor tersebut.
Bantuan traktor ini disebutnya akan dikelola dan dirawat dengan baik oleh seluruh anggota kelompok demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan.
“Dalam waktu dekat saya akan undang seluruh anggota untuk membahas tentang bantuan ini. Saya kumpul mereka dan menyampaikan pesan Ibu Bupati supaya seluruh anggota kelompok bisa memanfaatkan dengan baik. Apalagi anggota saya ini sedang budidaya tanaman horti,” kata dia.***