Pulang Dari Kerja, Satu Warga Diduga Terkena Tembakan Saat Ratusan Massa Seruduk Polres Sumba Barat
STORINTT – Situasi di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur mendadak tegang setelah ratusan warga mendatangi dan menyeruduk masuk ke gedung utama.
Aksi tersebut dipicu oleh insiden penembakan yang menimpa seorang warga berinisial JT (39) hingga tewas.
Massa yang diselimuti amarah mendatangi Polres Sumba Barat sembari membawa jenazah korban menggunakan tempat tidur. Kericuhan tak terelakkan ketika warga berusaha menerobos masuk ke area gedung utama dan membakar satu unit mobil dinas kepolisian di lokasi kejadian.
Ratusan massa merasa keberatan dan tidak terima dengan tindakan tegas yang menyebabkan hilangnya nyawa korban.
Narasi yang beredar di kalangan warga memicu simpati hingga massa berbondong-bondong mendatangi Polres Sumba Barat untuk menuntut keadilan serta pertanggungjawaban hukum secara terbuka.
Sayangnya, seorang warga dari Sumba Tengah yang dikabarkan baru pulang dari tempat kerja disalah satu toko di Sumba Barat dan hanya mampir untuk menyaksikan kegaduhan itu, turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Disebutkan bahwa korban diduga terkena peluru nyasar tepat didada saat pihak kepolisian melepaskan sejumlah tembakan peringatan untuk membubarkan ratusan massa.
Korban yang ditemukan tergeletak di tengah jalan itu sempat dibawa lari ke Rumah Sakit Lende Moripa untuk mendapatkan pertolongan darurat dari tim medis.
Namun, berbagai upaya pertolongan yang dilakukan pihak rumah sakit tidak membuahkan hasil. Korban dinyatakan meninggal dunia. Peluru nyasar tersebut dikabarkan mengena tepat pada paru-paru korban.
Hingga sat ini, identitas korban masih ditelesuri dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, Berdasarkan keterangan resmi dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), penembakan berawal dari operasi penindakan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) serta tindak pidana pencurian ternak yang marak terjadi di wilayah Sumba Barat dan Sumba Tengah.
Tim gabungan Polres Sumba Barat awalnya berhasil mengamankan beberapa tersangka lain pada Selasa dini hari. Berdasarkan pengembangan kasus, petugas menyambangi kediaman JT di Kampung Wai Makapal, Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa saat akan diamankan, JT diduga memberikan perlawanan dan menyerang petugas menggunakan senjata tajam jenis parang.
Polisi mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun terduga pelaku tetap berusaha melarikan diri.
Polisi kemudian mengarahkan tembakan untuk melumpuhkan hingga peluru mengenai bahu kanan korban. JT sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Polda NTT menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban dan berjanji akan mengusut penanganan hukum kasus ini secara objektif dan transparan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, tokoh adat, serta tokoh agama agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang simpang siur demi menjaga kondusivitas wilayah.***