Ratusan Data Siluman Ditemukan di SDK Ilhaloko Hingga Pending Pencairan Dana BOS: Bukan Dipersulit
“Akhirnya, karena terus disuruh perbaiki, berjung kemarin itu,” ujar Benediktus.
Pasca insiden itu, Benediktus menanyakan kepada korban soal proses tersebut. Dia menanyakan soal perbedaan data yang ditemukan oleh korban.
Menurut korban, kata Benediktus, sesuai data Dapodik Dinas hanya 110 siswa yang tercover. Sedangkan, data yang dibawa oleh pelaku seusai diminta perbaiki adalah 111 siswa.
Meski menemukan selisih data tersebut, korban masih bersedia membantu karena menganggap bahwa pada saat pengiputan belum disinkron.
Saat itu, Korban masih berinisiatif membantu untuk melakukan proses lebih lanjut guna segera mencairkan Dana BOS tersebut.
“Pelaku yang mengaku sebagai operator datang untuk meminta rekomendasi untuk di ACC menunjukan data yang dilaptop dia(pelaku) datanya 111. Pak Alo(korban) sebagai pelaksana teknis menunjukan juga, ini 110 data Dapodik Dinas, terus beliau(pelaku) bilang apakah saya yang buta ko? Terus Pak Alo juga jawab, apakah saya yang buta ko? Dengan menunjukan juga data. Okelah Pak Alo bilang, mungkin waktu input itu data belum sinkron. Dan akan dibantu begitu untuk proses lebih lanjut,” kata Benediktus dalam menirukan kembali pernyataan korban ketika berbaring di RSUD Reda Bolo.***
Tinggalkan Balasan