SEJARAH BARU! Camat CUP Wewewa Barat Tidak Gantung Piala, Sangu Ate Angkat Tropi Perdana
STORINTT – Turnamen antar desa Camat CUP Wewewa Barat tahun ini berhasil mematahkan mitos “gantung piala”. Dengan keberhasilan tersebut menjadi sejarah baru ketika penyelenggaraan turnamen itu kembali diselenggarakan setelah beberapa tahun dinantikan oleh masyarakat.
Tentunya, hal itu menjadi momentum kebangkitan olahraga sepakbola di Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya yang selama ini dipenuhi dengan sindiran “gantung piala”.
Untuk diketahui, setiap kali turnamen diselenggarakan yang melibatkan 20 desa di Kecamatan Wewewa Barat dalam memperebutkan piala bergilir selalu diakhiri tanpa ada yang mengangkat tropi atau kerap diidentikan dengan istilah “gantung piala”. Sebab, setiap kali pertandingan selalu diwarnai dengan kericuhan dan berakhir tanpa juara.
Camat Wewewa Barat mewakili Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla memimpin langsung acara penutupan sekaligus menyaksikan pertandingan final yang mempertemukan Desa Sangu Ate dan Desa Waimangura.
Pertandingan final berlangsung sengit dan penuh antusiasme dari para pemain maupun masyarakat yang hadir memberikan dukungan kepada kedua tim.
Setelah melalui pertandingan yang ketat, dengan skor 1-1, penentuan pemenang akhirnya dilakukan melalui adu penalti.
Dalam drama adu penalti, Sangu Ate berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 5–4 atas Desa Waimangura dan berhak menyandang gelar juara Turnamen Camat Webar Cup. Mereka menjadi satu-satunya tim yang mengangkat tropi pertama dalam turnamen CUP Camat Wewewa Barat.
Camat Wewewa Barat, Enos Bali Ate, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim, panitia, perangkat desa, wasit, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan turnamen hingga berjalan dengan baik.
Ia berharap kegiatan olahraga seperti Camat Webar Cup dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan sportivitas, sekaligus menjadi wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi generasi muda di Kecamatan Wewewa Barat.
“Turnamen ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Saya mengajak seluruh pemain dan masyarakat untuk terus menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga persaudaraan,” ujar Enos Bali Ate.***