Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Senyap Dalam Lobi, Nyata Dalam Hasil: Kinerja Ratu Angga Melampaui Target PAD, Catat Rekor Positif

Rian Marviriks Storintt.id
Selain itu, capaian ini juga membuktikan bahwa kerja-kerja dalam "kesenyapan" yang dilakukan oleh Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Dominikus Alphawan Rangga mecatatkan rekor positif selama kepemimpin mereka dalam 1 tahun terakhir ini.

STORINTT – Pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target merupakan sinyal positif bagi kemandirian finansial dan keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Keberhasilan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi terukur, modernisasi sistem, serta sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Dengan demikian, tercapainya target PAD memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengakselerasi berbagai program prioritas. Apalagi, Kabupaten Sumba Barat Daya mendapat pemangkasan anggaran Rp215 milir pada tahun 2026 ini.

Selain itu, capaian ini juga membuktikan bahwa kerja-kerja dalam “kesenyapan” yang dilakukan oleh Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Dominikus Alphawan Rangga mecatatkan rekor positif selama kepemimpin mereka dalam 1 tahun terakhir ini.

Berdasarkan data yang dirilis, pada tahun 2025, realisasi PAD Sumba Barat Daya mencapai Rp56,18 miliar atau 102,05 persen dari target sebesar Rp55,05 miliar.

Capaian tersebut menunjukan menunjukkan peningkatan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.

Dengan capaian itu, memasuki tahun 2026, target PAD Sumba Barat Daya kembali ditingkatkan menjadi Rp59,75 miliar. Hal itu, tentunya sebagai wujud komitmen memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam mendatangkan PAD tersebut, Pemerintah Sumba Barat Daya melakukan upaya melalui optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah, penguatan pengelolaan aset daerah, digitalisasi transaksi non- tunai, serta pengembangan potensi pendapatan dari sektor pariwisata, pertanian, jasa, dan pemanfaatan aset daerah.

Dengan kemandirian fiskal yang semakin kuat, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya optimistis mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan pelayanan perizinan, sekaligus memperkuat sektor perdagangan, koperasi, umkm, industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sisi lain, kualitas aparatur terus ditingkatkan melalui pengembangan kompetensi asn. Hingga januari 2026, sebanyak 56 ASN pemerintah kabupaten sumba barat daya sedang melaksanakan tugas belajar pada jenjang sarjana, magister, doktor, maupun pendidikan dokter spesialis.

Investasi sumber daya aparatur ini diharapkan mampu melahirkan birokrasi yang profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dengan aparatur yang semakin berkualitas serta pelayanan publik yang semakin modern, diyakini mampu menghadirkan pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan semakin dipercaya masyarakat.***

Tutup
error: Content is protected !!