Siswa SBD Keracunan MBG, Bruder Alfridus: Kami Bukan Didik Hewan, Sapi dan Babi, Kita Pertimbangkan Menolak Atau Lanjut
Sayangnya, ketika sedang menangani ketiga siswa itu, tiba-tiba siswa lain yang juga konsumsi makanan MBG berdatangan ke UKS. Pihak sekolah semakin bingung karena keluhan siswa-siswi berbeda-beda.
Beberapa diantara mereka mengeluh rasa panas, dingin, gatal-gatal, mual, pusing dan bahkan ada yang meminta guru untuk bisa diselimuti.
“Setelah dicek lagi, di kelas X hanya bilang gatal-gatal dimulut, tenggorokan. Saya cek lagi beberapa kelas, sebagian juga sudah mulai pusing. Ada 36 orang cukup parah,” tambah Bruder Alfridus.
Mengingat UKS sangat terbatas, Bruder Alfridus memutuskan supaya siswa-siswi yang tidak parah supaya segera pulang dan mencari buah kelapa untuk diminum.
Akan tetapi, ia juga meminta, jika masih merasakan sakit, ia mengarahkan supaya langsung ke rumah sakit terdekaat.
Tidak lama kemudian, pihak Puskemas pun langsung berdatangan di sekolah untuk evakuasi beberapa siswa yang cukup parah untuk dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan.
Dari sejumlah yang cukup parah, ada 7 orang dibawa ke Puskesmas Rada Mata, 1 orang dibawa ke RSUD Reda Bolo, 1 lagi di rumah sakit Karitas Weetebula.
Tinggalkan Balasan