Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Siswa SBD Keracunan MBG, Bruder Alfridus: Kami Bukan Didik Hewan, Sapi dan Babi, Kita Pertimbangkan Menolak Atau Lanjut

Diketahui, penyedia makanan dari program MBG ini adalah Dapur Sehat Omba Lunda yang bermitra dengan Yayasan Ronita Peduli Sosial.(Dokpri Rian Marviriks)

Melihat kejadian itu, ketiga anak tersebut langsung dilarikan ke Usaha Kesehatan Sekolah(UKS). Di sana, mereka diberi pertolangan pertama dengan meminum air gula.

Sayangnya, ketika sedang menangani ketiga siswa itu, tiba-tiba siswa lain yang juga konsumsi makanan MBG berdatangan ke UKS. Pihak sekolah semakin bingung karena keluhan siswa-siswi berbeda-beda.

Beberapa diantara mereka mengeluh rasa panas, dingin, gatal-gatal, mual, pusing dan bahkan ada yang meminta guru untuk bisa diselimuti.

Baca Juga  SPPG Dapur Mandiri Memastikan Bahan Baku yang Diolah Sehat

“Setelah dicek lagi, di kelas X hanya bilang gatal-gatal dimulut, tenggorokan. Saya cek lagi beberapa kelas, sebagian juga sudah mulai pusing. Ada 36 orang cukup parah,” tambah Bruder Alfridus.

Mengingat UKS sangat terbatas, Bruder Alfridus memutuskan supaya siswa-siswi yang tidak parah supaya segera pulang dan mencari buah kelapa untuk diminum.

Baca Juga  Pilkada SBD, Potret Kekuatan Bakal Calon Bupati Sumba Barat Daya

Akan tetapi, ia juga meminta, jika masih merasakan sakit, ia mengarahkan supaya langsung ke rumah sakit terdekaat.

Tidak lama kemudian, pihak Puskemas pun langsung berdatangan di sekolah untuk evakuasi beberapa siswa yang cukup parah untuk dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!