Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Siswa SBD Keracunan MBG, Bruder Alfridus: Kami Bukan Didik Hewan, Sapi dan Babi, Kita Pertimbangkan Menolak Atau Lanjut

Diketahui, penyedia makanan dari program MBG ini adalah Dapur Sehat Omba Lunda yang bermitra dengan Yayasan Ronita Peduli Sosial.(Dokpri Rian Marviriks)

“Tapi yang dibawa ke RSUD Reda Bolo dan Karitas ketika pulang rumah masih rasa gatal-gatal karena masih setengah mati, orangtuanya bawa pulang ke Karitas,” katanya lagi.

Menurut Bruder Alfridu, pihaknya menyambut baik program ini karena dinilai sangat baik. Apalagi, pihak Pemerintah yang menawarkan.

Dengan begitu, diyakini bahwa Pemerintah akan melayani dengan baik pula, terlebih khusus terhadap peserta didik. Sayangnya, pengelolan yang dilakukan pihak dapur malah tidak sesuai harapan.

Baca Juga  Usman Husin Bantu Alsintan di SBD, Lukas Cama; bentuk dukungan terhadap program daerah

Dengan kejadian ini, Bruder Alfridus mengaku trauma. Hal ini juga akan mejadi pertimbangan sekolah dalam melanjutkan program MBG SMK Don Bosco melalui rapat dewan guru nantinya.

Bruder Alfridus meminta suapaya dapur penyedia makanan di wilayah ini dapat dievaluasi demi menjamin kesehatan makanan dan keselamatan siswa.

Ia tidak membayangkan, jika masyarakat tidak memgetahui program MBG tersebut, tentunya pihak sekolah yang akan dikambinghitamkan.

Baca Juga  Ombudsman NTT Sebut Fee yang Diterima Bendahara Dari Proyek Rp300 Juta di SBD Merupakan Tindak Pidana Korupsi

“Perlu dievaluasi, tapi kayanya anak-anak akan trauma, kalau makanan datang lagi mereka tidak akan makan. Jujur, sebenarnya kita menyambut baik program pemerintah ini, kalau pelayanan seperti ini, kita di sekolah ini benar-benar mendidik anak-anak bangsa, bukan hewan, babi, sapi atau apa. Kita ini mempersiapkan anak-anak bangsa,” ucap Bruder Alfridus dengan tegas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!