Siswa SBD Keracunan MBG, Bruder Alfridus: Kami Bukan Didik Hewan, Sapi dan Babi, Kita Pertimbangkan Menolak Atau Lanjut
“Tapi yang dibawa ke RSUD Reda Bolo dan Karitas ketika pulang rumah masih rasa gatal-gatal karena masih setengah mati, orangtuanya bawa pulang ke Karitas,” katanya lagi.
Menurut Bruder Alfridu, pihaknya menyambut baik program ini karena dinilai sangat baik. Apalagi, pihak Pemerintah yang menawarkan.
Dengan begitu, diyakini bahwa Pemerintah akan melayani dengan baik pula, terlebih khusus terhadap peserta didik. Sayangnya, pengelolan yang dilakukan pihak dapur malah tidak sesuai harapan.
Dengan kejadian ini, Bruder Alfridus mengaku trauma. Hal ini juga akan mejadi pertimbangan sekolah dalam melanjutkan program MBG SMK Don Bosco melalui rapat dewan guru nantinya.
Bruder Alfridus meminta suapaya dapur penyedia makanan di wilayah ini dapat dievaluasi demi menjamin kesehatan makanan dan keselamatan siswa.
Ia tidak membayangkan, jika masyarakat tidak memgetahui program MBG tersebut, tentunya pihak sekolah yang akan dikambinghitamkan.
“Perlu dievaluasi, tapi kayanya anak-anak akan trauma, kalau makanan datang lagi mereka tidak akan makan. Jujur, sebenarnya kita menyambut baik program pemerintah ini, kalau pelayanan seperti ini, kita di sekolah ini benar-benar mendidik anak-anak bangsa, bukan hewan, babi, sapi atau apa. Kita ini mempersiapkan anak-anak bangsa,” ucap Bruder Alfridus dengan tegas.***
Tinggalkan Balasan