Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Siswa SBD Keracunan MBG, Bruder Alfridus: Kami Bukan Didik Hewan, Sapi dan Babi, Kita Pertimbangkan Menolak Atau Lanjut

Diketahui, penyedia makanan dari program MBG ini adalah Dapur Sehat Omba Lunda yang bermitra dengan Yayasan Ronita Peduli Sosial.(Dokpri Rian Marviriks)

Dari sejumlah yang cukup parah, ada 7 orang dibawa ke Puskesmas Rada Mata, 1 orang dibawa ke RSUD Reda Bolo, 1 lagi di rumah sakit Karitas Weetebula.

“Tapi yang dibawa ke RSUD Reda Bolo dan Karitas ketika pulang rumah masih rasa gatal-gatal karena masih setengah mati, orangtuanya bawa pulang ke Karitas,” katanya lagi.

Menurut Bruder Alfridu, pihaknya menyambut baik program ini karena dinilai sangat baik. Apalagi, pihak Pemerintah yang menawarkan.

Baca Juga  Armin Ate, Perempuan Hebat yang Tak Berkaki dan Telapak Tangan Merindukan Perhatian Pemerintah

Dengan begitu, diyakini bahwa Pemerintah akan melayani dengan baik pula, terlebih khusus terhadap peserta didik. Sayangnya, pengelolan yang dilakukan pihak dapur malah tidak sesuai harapan.

Dengan kejadian ini, Bruder Alfridus mengaku trauma. Hal ini juga akan mejadi pertimbangan sekolah dalam melanjutkan program MBG SMK Don Bosco melalui rapat dewan guru nantinya.

Baca Juga  Ribuan Pendukung Padati Kota Tambolaka Jemput Gustaf SLD, Demokrat PSI PKN Siap Naik Panggung

Bruder Alfridus meminta suapaya dapur penyedia makanan di wilayah ini dapat dievaluasi demi menjamin kesehatan makanan dan keselamatan siswa.

Ia tidak membayangkan, jika masyarakat tidak memgetahui program MBG tersebut, tentunya pihak sekolah yang akan dikambinghitamkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!