Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Soal Sumur Bor, Kelompok Tani Buka Kedok Dinas Pertanian SBD: Jangan Kambing Hitamkan Petani

Untuk diketahui, berdasarkan penelusuran timexntt.id, beberapa kelompok mengaku bahwa pekerjaan belum selesai karena tidak mendapat rekomendasi pencairan tahap II.(Dok.Istimewa)

TIMEXNTT – Persoalan bantuan sumur bor dari Dinas Pertanian Sumba Barat Daya anggaran tahun 2024 yang disebut bermasalah hingga saat ini masih menuai sorotan.

Untuk diketahui, berdasarkan penelusuran timexntt.id, beberapa kelompok mengaku bahwa pekerjaan belum selesai karena tidak mendapat rekomendasi pencairan tahap II.

Padahal mereka telah menjalankan tanggung jawab sesuai prosedur. Mereka berjalan di atas rel yang ada.

Baca Juga  Fakta Terbaru! Bendahara Ngaku Terima Fee Rp4 Juta dari Proyek DAK SBD Rp300 Juta

Sayangnya, mereka kembali mendapat intervensi ketika mau melakukan pencairan tahap II untuk melanjutkan pekerjaan tersebut. Sehingga mereka memastikan bahwa persoalan ini bukan karena kelalaian kelompok.

KELOMPOK TANI BONGKAR KEDOK DINAS PERTANIAN

Kelompok Tani yang dinilai bermasalah mulai angkat bicara ketika memperoleh pernyataan dari Dinas Pertanian melalui Kabid PSP, Haris Matutina yang menyebut kelompok penerima bantuan sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh dalam persoalan ini.

Baca Juga  DPRD SBD Minta Inspektorat Audit JUT Kabali Dana Webar Yang Menelan Anggaran Rp300 Juta

Bahkan disebutnya, saat ini masih menunggu tindaklanjut dari kelompok yang menerima bantuan untuk segera membereskan pekerjaan tersebut.

Namun demikian, siapa menyangka? Kelompok penerima bantuan tersebut mulai membuka kedok Dinas Pertanian dalam menangani persoalan tersebut.

Bahkan, mereka tidak segan-segan bahwa dinas hanya mau melempar bola panas di kelompok tani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!