Sopir Diduga Mabuk Alkohol, Mobil BUMDes Burukaghu Wesel Hampir Nabrak Rumah Warga, Netisen: Laporkan ke Kemendes
TIMEXNTT – Mobil angkutan pedesaan milik Badan Usaha Desa(BUMDes) Burukaghu, Kecamatan Wewewa Selatan, Sumba Barat Daya hampir menabrak rumah warga.
Diketahui, mobil tersebut merupakan bantuan dari kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Bantuan ini bersumber dari Dana Alokasi Kusus(DAK) tahun 2024 untuk mendukung operasional dan mobilitas desa.
Mengutip dari berbagai sumber, mobil ini biasanya digunakan untuk membantu masyarakat, misalnya untuk transportasi, pengangkutan hasil pertanian, atau pelayanan kesehatan seperti mobil ambulans yang berasal dari dana desa.
Sayangnya, mobil yang semestinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa setempat, justru diduga disalahgunakan hingga menyebabkan kecelakaan.
Berdasarkan informasi yang beredar luas dimedia sosial, sopir dari mobil tersebut diduga sedang mengkonsumsi alkohol. Dampaknya, ia kehilangan kendali hingga keluar dari badan jalan.
Kecelakaan tunggal ini terjadi di Kalembu Kowo, Desa Kabali Dana, Wewewa Barat pada beberapa hari lalu. Mengutip dari unggahan akun facebook @Fitria Helena, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Kalimbu Kowo malam ini dihebohkan dengan perkara mobil yang digambar melintasi jalan yang tidak seharusnya dilintasi. Bersyukur semuanya baik-baik saja dan posisi mobilnya sekarang masih di depan rumah bapak Joi samping Gereja Ndeta Ate, saat kecelakaan terlihat peci merah(alkohol) di botol aqua. Oto(mobil) Bumdes Buru Kaghu, sopir mabok, mobil lewat diatas pasir hampir tabrak orang punya rumah,” tulis @Fitria Helena dalam memberi keterangan foto yang diunggahnya disalah satu group facebook.
Sontak, unggahan @Fitria Helena menuai beragam komentar. Sejumlah pengguna facebook lainnya menyoroti kelalaian pemerintah desa setempat yang membiarkan sopir mobil BUMDes yang konsumsi alkohol saat mengemudi.
“Bagus juga ada Dana DAK. Pake beli mobil untuk di gunakan sebagai mobil miras. Dan tidak digunakan untuk masrakat desa,” komentar @Magirawa.
“Di percaya pakai oto(mobil) oleh pemerintah tapi penggunaan tidak jelas, naas betul,” tulis akun @Samuel Bili Bora dalam kolom komentar.
“Ganti sopir saja bapak desa buru kaghu sebelum ada nyawa melayang,” komentar akun lainnya.
“Laporkan ke Kemendes,” tulis akun lainnya lagi.
Hingga berita ini ditayangkan, wartawan media ini masih berupaya konfirmasi pemerintah Desa Buru Kaghu dan pengelola BUMDes.***
Tinggalkan Balasan