Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

TEGAS! Ratu Wulla Beri Catatan Kritis Kepada ASKAB: Jangan Tunggu Sebulan Turnamen, Baru Penjaringan

Rian Marviriks Storintt.id
Diketahui, saat ini ASKAB Sumba Barat Daya dikendalikan oleh Yose De Ornay. Selama kepemimpinannya, beberapa turnamen tidak pernah absen diikuti berkat dukungan anggaran ratusan juta dari pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI) Sumba Barat Daya.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pengurus Asosiasi Kabupaten(ASKAB) Sumba Barat Daya mendapat catatan kritis dari Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla. Catatan tersebut juga menjadi bahan evaluasi pengurus ASKAB selama setahun ini.

Diketahui, saat ini ASKAB Sumba Barat Daya dikendalikan oleh Yose De Ornay. Selama kepemimpinannya, beberapa turnamen tidak pernah absen diikuti berkat dukungan anggaran ratusan juta dari pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI) Sumba Barat Daya.

Bukan hanya itu, ASKAB Sumba Barat Daya juga mendapat suntikan dana dari berbagai donatur dalam mendukung cabang olahraga yang berada dinaungan ASKAB Sumba Barat Daya ketika dikirimkan dalam mengikuti sejumlah turnamen yang diselenggarakan di tingkat provinsi, termasuk di Liga 4 Nasional.

Dengan dukungan anggaran ratusan juta tersebut, Bupati Ratu Wulla tak segan-segan memberi catatan sebagai bahan evaluasi dalam mempersiapkan kontingen Sumba Barat Daya, termasuk skuad sepakbola Persada Sumba Barat Daya.

Menurut Bupati Ratu Wulla, persiapan pemain bukan dilakukan ketika sebulan turnamen hendak dilangsungkan, melainkan penjaringan wajib dilakukan dari jauh-jauh hari. Hal itu, guna memastikan kesiapan mental, fisik dan skil pemain sebelum dikirim untuk mengikuti sebuah turnamen.

Apalagi, kata Bupati Ratu Wulla, komitmen pemerintah dalam mendukung dunia olahraga di Sumba Barat Daya sangat besar. Bahkan, ia menyebut kalau pada tahun 2027 mendatang, pemerintah akan kembali memberi dukungan anggaran.

“ASKAB, bagaimana mempersiapkan pelatih dan seluruh anak-anak, kalau nanti ada event atau turnamen, jangan satu bulan atau menjelang dua bulan, kalau bisa buat program rutin, ASKAB buat kegiatan rutin. Dalam sebulan sekali atau seminggu sekali, kita ada lapangan yang bisa digunakan. Pantau stamina dan skill anak-anak. Ini untuk kita pastikan bahwa mereka mampu sebelum kita kirimkan, penyaringan yang intens,” tegas Bupati Ratu Wulla, Jumat(21/08/2026).

Lebih lanjut, Bupati Ratu Wulla meminta supaya pengurus ASKAB dapat membuat kegiatan-kegiatan rutin dalam melakukan pendampingan secara intens terhadap calon-calon peserta kontingen.

Sehingga, pemain Sumba Barat Daya yang dikirim bukan hanya untuk memenuhi kuota turnamen tertentu, padahal sudah menghabiskan anggaran. Melainkan, Sumba Barat Daya dapat mengirim kontingen yang dipastikan bisa meraih prestasi diberbagai bidang olahraga.

“Tetapi saya tidak mau mengirim kontingen hanya sebagai pelengkap. Saya sudah evaluasi, ini sudah tahun, 2025 dan 2026. Kalau hanya kirim-kirim saja menghabiskan uang, itu tidak boleh. Harus menjadi catatan, ke depan yang berangkat, teman-teman ASKAB tolong dicatat, betul-betul yang sudah kita pastikan, bahwa kita menang, kalau bisa kita sampai 3 besar,” kata Bupati Ratu Wulla.

“Dipastikan dengan apa? Ya terukur semua, dipastikan latihannya, persiapannya dan lain-lain. Jadi bukan sekedar kita pergi untuk memenuhi kuota di sana, tetapi pulang tidak punya hasil apa-apa. Ini masa evaluasi saya, 2025 dan 2026. Pada tahun 2027, harus pastikan, seluruh yang berangkat di kejuaran mana saja harus dipastikan menang. Itu menjadi catatan, sehingga kita harus persiapkan anak-anak kita,” katanya lagi.***

Tutup
error: Content is protected !!