UPDATE! 1 Siswa SD Yang Tenggelam di Pantai Waibuku Kodi Balaghar Sudah Ditemukan Oleh Warga
STORINTT – Camat Kodi Balaghar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Adi Mada mengonfirmasi bahwa 1 korban tenggelam di Pantai Waibuku, Desa Waimaringi sudah ditemukan.
Korban tersebut ditemukan oleh warga setempat yang melakukan pencarian disepanjang pesisir pantai sejak pagi tadi. Sayangnya, warga menemukannya dalam keadaan meninggal dunia.
Untuk itu, kata dia, 3 korban yang masing-masing masih dibangku Sekolah Dasar(SD) itu telah ditemukan semua.
“Sekitar jam 7 pagi tadi, ditemukan oleh Masyarakat di pesisir Pantai Mara Uma tempat satu korban lainnya yang ditemukan oleh warga kemarin,” kata Adi Mada, Rabu(28/01/2026) kepada wartawan saat dihubungi via whatshap.
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal, 3 siswa SD dikabarkan tenggelam ketika mendatangi Pantai Waibuku untuk melihat secara langsung kondisi KM Abadi Jaya yang kandas.
Saat itu, mereka sedang bermain dibagian depan kapal KM Abadi Jaya tanpa menyadari bahwa ombak besar akan muncul.
“Benar, ada 3 orang anak yang tenggelam di Pantai Waibuku tempat terdamparnya kapal penangkap ikan, KM Abadi Jaya. Ya, masih sekolah, mereka masih dibangku SD,” kata Camat Kodi Balghar, Adi Mada, Selasa(27/01/2026) ketika dikonfirmasi via whatshap.
Menurutnya, ketika ketiga anak itu terbawa arus ombak, salah satu warga masih melakukan upaya penyelamatan. Namun, karena gelombang laut yang deras, warga tersebut juga kehabisan tenaga.
Melihat akan hal itu, beberapa warga lain juga menggunakan berbagai cara untuk melakukan upaya penyelamatan. Sayangnya, usaha tersebut tidak menuai hasil hingga ketiga anak itu lenyap terbawa arus laut.
“Sempat dilakukan usaha penyelematan oleh salah satu warga, tapi warga itu juga kehabisan tenaga, ada upaya-upaya lain juga yang dilakukan oleh warga lain, tapi karena arus ombak begitu deras, jadi tidak bisa dilanjutkan,” kata Adi Amada sesuai informasi yang diperolehnya.
Upaya pencarian pun masih terus dilakukan secara mandiri oleh warga setempat hingga pada hari kemarin.
Namun, dalam pencarian itu, warga dihadapkan dengan ombak yang begitu deras. Sehingga membuat mereka wanti-wanti dalam melanjutkan pencarian.
“Dicari sepanjang hari kemarin, saya juga masih sempat ke sana, tapi tidak ada lagi yang berani nyelam di sana karena ombak besar. Apalagi karena sudah ada korban, masyarakat lain semakin kuatir juga,” ucap Adi Mada.
Kendati demikian, warga setempat berhasil menemukan dua orang korban pada hari ini kemarin sekitar pukul 07.00 Wita
Sedangkan 1 korban lagi ditemukan sedang terjepit didalam batu karang. Kedua korban tersebut ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia dan sudah berada di tengah keluarga masing-masing.***
Tinggalkan Balasan