Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Anna Talu: SPPG Wee Rena Hadir Untuk Mewujudkan Kerinduan dan Harapan

Rian Marviriks Storintt.id
Ia menyebut hal itu menjadi tangung jawab semua pihak, termasuk seluruh SPPG yang sudah beroperasi di wilayah ini dalam melakikan pelayanan gisi, khususnya terhadap anak.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gisi(SPPG) Wee Rena, Desa Wee Rena, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya, resmi beroperasi, Senin(20/04/2026).

SPPG Wee Renna berada di bawah naungan Yayasan Ndua Ate Sumba Kasih yang saat ini menjadi mitra Badan Gisi Nasional(BGN).

Kehadiran SPPG Wee Rena dinilai sebagai bentuk mewujudkan kerinduan para siswa di Sumba Barat Daya yang selama ini belum tersentuh program Makan Bergisi Gratis(MBG).

Selain itu, juga menjadi sebagai bagian dukungan dari Yayasan Ndua Ate Sumba Kasih dalam mewujudkan harapan pemerintah untuk menekan angka stunting di daerah yang cukup tinggi.

“Sebagai mitra BGN, saya berdiri di sini bukan hanya membawa sebuah usaha, tetapi membawa sebuah kerinduan dan harapan besar. Harapan untuk melihat anak-anak di Sumba Barat Daya bisa tumbuh dengan gizi yang cukup kuat dan cerdas,” Ketua Yayasan Ndua Ate Sumba Kasih, Thresia Abriana Talu atau Ana Talu.

Baca Juga  Wagub NTT Sebut PPPK NTT Yang Terancam Diberhentikan Akan Disaring Oleh Pimpinan OPD: Rajin Dan Pemalas

Ana Talu menuturkan, Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi salah satu daerah di NTT yang saat ini mempunyai angka stunting yang cukup tinggi.

Ia menyebut hal itu menjadi tangung jawab semua pihak, termasuk seluruh SPPG yang sudah beroperasi di wilayah ini dalam melakikan pelayanan gisi, khususnya terhadap anak.

Baca Juga  Peserta SPPI 2025 Batch 3 di SBD Keluhkan Jadwal Hingga Batal Ikut Tes di Kupang

“Kita semua tahu bahwa saat di Kabupaten Sumabaya ada salah satu tantangan, yaitu mengenai stunting. SPPG Wee Rena juga akan terus berupaya dalam menekan angka stunting melalui pelayanan-pelayanan terbaik,” katanya lagi.

Ia menegaskan, SPPG Wee Renna akan bekerja sesuai Standard Operating Procedure(SOP), serta menyatakan bersedia bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, guna menciptakan generasi yang kuat, sehat, cerdas dan berkualitas menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Apa yang kami lakukan hari ini, bukan hanya sekedar program, atau usaha, tetapi sebuah tanggung jawab untuk menjawab harapan-harapan kita bersama,” tambahnya.***

Tutup
error: Content is protected !!