Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Bawa Ferrari ke Ratenggaro Beberapa Tahun Lalu, Julie Laiskodat: Saya Mau Wisata SBD Dikenal Dunia

Rian Marviriks Storintt.id
Ia pun menceritakan proses panjang dan biaya besar di balik aksi tersebut sebagai bukti keseriusannya dalam mempromosikan pariwisata Sumba.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Promosi pariwisata ekstrem dilakukan Anggota Komisi XI DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat demi mengangkat nama Sumba Barat Daya di mata dunia.

Hal itu terungkap saat ia mengenang perjuangannya membawa mobil mewah Ferrari hingga ke pelosok Kampung Adat Ratenggaro beberapa tahun lalu, yang kini kembali ia ceritakan dalam kegiatan Edukasi Keuangan di lokasi yang sama.

Kegiatan Edukasi Keuangan dengan tema Cerdas Keuangan, Sejahtera Masa Depan itu digelar di Kampung Adat Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo, SBD, Kamis (29/10/2026).

Dalam sambutannya, Julie menjelaskan alasan di balik aksi nekatnya tersebut untuk meluruskan anggapan bahwa aksinya hanya untuk gaya-gayaan.

“Kenapa saya bawa Ferrari datang ke sini beberapa tahun lalu? Tujuannya apa? Saya mau wisata Sumba Barat Daya terangkat, dikenal orang,” tegas Julie di hadapan warga.

Menurutnya, pemilihan Ferrari bukan tanpa alasan karena mobil tersebut memiliki daya magnet global yang sangat kuat untuk menarik perhatian publik internasional.

“Mobil Ferrari adalah salah satu kendaraan yang dunia tahu. Sehingga pada saat Ferrari ada di mana, pasti mereka perhatikan, gila ada di mana itu. Itu maksud pertama saya bawa Ferrari,” jelasnya.

Ia pun menceritakan proses panjang dan biaya besar di balik aksi tersebut sebagai bukti keseriusannya dalam mempromosikan pariwisata Sumba.

Saat itu ia mengaku menghabiskan ratusan juta rupiah untuk membawa Ferrari dari Jakarta menggunakan kontainer ke Sumba Timur, lalu ke Sumba Barat di Kampung Praijing, dan akhirnya ke SBD di Kampung Ratenggaro.

Julie menegaskan Ratenggaro dipilih karena keunikannya yang tidak dimiliki daerah lain di dunia. Inilah yang menjadi modal utama pariwisata SBD yang diwariskan leluhur.

“Maksudnya saya bukan kurang kerjaan. Tempat ini hanya ada di Sumba Barat Daya, di Desa Maliti Bondo Ate. Di seluruh dunia hanya ada di Kampung Ratenggaro, hanya Bapak Mama saja yang punya. Maka Ferrari sampailah di sini,” ujarnya.

Ia menyebut strategi promosi itu berhasil dan dampak dari viralnya Ferrari di Ratenggaro beberapa tahun lalu kini mulai dirasakan warga setempat.

Berkat promosi tersebut, kini banyak komunitas moge dan touring yang datang ke Ratenggaro dan menjadikannya sebagai destinasi wajib saat ke Sumba.

Julie juga menilai langkahnya sejalan dengan visi Bupati SBD Ratu Wulla yang menjadikan pariwisata sebagai program unggulan sehingga sinergi ini penting untuk keberlanjutan promosi daerah.

Selain mengenang Ferrari, Julie juga menitipkan pesan penting agar pariwisata Ratenggaro naik kelas dan tidak hanya jadi tempat foto-foto. Menurutnya kesan pertama yang menentukan kenyamanan wisatawan adalah kebersihan lingkungan.

“Mama Bapak tolong jaga kebersihan, jangan buang sampah sembarangan. Karena itu modal untuk orang datang nyaman. Budaya tidak membuang sampah itu harus jadi budaya,” pintanya.

Ia juga menilai keberadaan toilet bersih menjadi kebutuhan mendesak mengingat jarak Ratenggaro ke kota cukup jauh sekitar 45 menit. Orang yang datang pasti membutuhkan toilet sehingga fasilitas tersebut harus segera ada.

“Dari sini ke kota itu 45 menit. Orang datang pasti mau ke toilet. Saya berharap nanti ada toilet umum yang layak, bersih, airnya ada, tidak mampet. Boleh bayar Rp2.000 sekali pakai, tidak apa-apa,” tegasnya.

Julie juga menyoroti banyak wisatawan termasuk bule yang datang hanya sebentar karena tidak ada yang bisa dinikmati. Jangan sampai modal besar yang dimiliki hanya berakhir dengan foto-foto tanpa perputaran ekonomi bagi warga.

Untuk itu ia mendorong kreativitas warga agar usaha kecil di pinggir pantai bisa menjadi sumber pendapatan baru. Warga bisa menjual air kelapa muda, jagung rebus, ubi rebus pakai sambal, serta tenun sebagai oleh-oleh yang murah namun memiliki daya tarik dan uangnya jatuh langsung ke masyarakat.***

Tutup
error: Content is protected !!