Berjuang Mendapat Bantuan Revitalisasi Rp1,5 Miliar, Kepsek Yatutim Malah Dipecat: SLD Mau Mengejar Bantuan Revit itu Supaya Dia yang Kelola
STORINTT – Rudianto Umbu Pati blak-blakan dalam memberi pengakuan ketika dirinya dipecat diduga karena tidak mengindahkan permintaan Ketua Yayasan Tunas Timur, Soleman Lende Dappa atau SLD untuk mengambil alih pengelolaan bantuan revitalisasi gedung sekolah Rp1,5 miliar.
Diketahui, Rudianto adalah Kepala SMK Wee Paboba, Kecamatan Kota Tambolaka, Sumba Barat Daya yang sudah dipecat oleh Ketua Yayasan Tunas Timur pada bulan Agustus 2025. Rudianto juga merupakan salah satu kepala sekolah yang mendapat pinjaman bank Rp100 juta karena SK digadaikan oleh Soleman Lende Dappa.
Saat ini, Rudianto mempunyai tunggakan sekitar Rp80 juta. Meski mengetahui ada pinjaman bank, SLD justru melakukan pemecatan sepihak karena Rudianto dituding tidak bisa diajak kerja sama untuk pengelolaan dana bantuan revitalisasi 3 unit ruangan.
Rudianto mengatakan, pada bulan Maret 2025, dirinya mengikuti pelatihan di Kupang tentang sekolah unggulan melalui program Teaching Factory (TEFA). Setelah itu, ia mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi untuk melakukan lobi bantuan revitalisasi gedung SMK Wee Paboba.
Atas perjuangannya itu, SMK Wee Paboba resmi mendapat bantuan revitalisasi terhadap 3 ruangan, diantaranya ruang LAP Komputer, Perpustakaan dan RPS Agrebisnis Pengelolaan Hasil Pertanian dengan total anggaran Rp1,5 miliar.
“Setelah filenya saya input ke sistem, sudah kirim ke kementerian, pada bulan Agustus 2025 saya mau berangkat untuk MoU, lagi satu minggu, kaget saya dikeluarkan SK pemecatan dari Yayasan Tunas Timur,” kata Rudianto, Sabtu(25/04/2026).
Rudianto menduga dipecat karena dirinya tidak mengindahkan permintaan SLD untuk mengelola bantuan revitalisasi tersebut. Apalagi, dirinya pernah cek cok dengan SLD pada tahun 2020 silam.
“Saya rasa karena lagi 1 minggu saya mau berangkat ke jakarta untuk MoU, dia mau mengejar bantuan revit itu supaya dia yang kelola, tidak mau serahkan kepada saya selaku kepala sekolah yang kelola. Kan saya pernah mis dengan beliau pada tahun, jadi bisa saja dia(SLD) beranggapan bahwa saya tidak bisa diatur, jadi harus disingkirkan,” katà nya lagi.***