Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Bukan Sekadar Timbang Balita, 160 Kader Posyandu se-SBD Ikuti Jambore Perkuat Posyandu ILP

Rian Marviriks Storintt.id
Pendekatan ILP menempatkan Posyandu bukan hanya sebagai tempat pelayanan bagi bayi dan balita, tetapi sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada seluruh siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa hingga lanjut usia.(Dokpri Rian Marviriks)

Pada saat yang sama, keberadaan kader juga membutuhkan dukungan. Kader tidak dapat bekerja sendirian. Kader membutuhkan pemerintah desa, TP PKK, puskesmas, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.

“Melalui Jambore Kader ini, kami berharap lahir semangat baru di antara para kader Posyandu Kabupaten Sumba Barat Daya. Kita ingin kader pulang ke desa masing-masing bukan hanya membawa pengalaman dari kegiatan hari ini, tetapi membawa semangat untuk melakukan sesuatu yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui Jambore ini juga diharapkan pelaksanaan Posyandu ILP tidak berhenti sebagai perubahan istilah atau mekanisme pelayanan, tetapi benar-benar menjadi perubahan cara memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga tidak ada keluarga yang merasa jauh dari pelayanan kesehatan hanya karena jarak, keterbatasan informasi, ataupun keterbatasan akses.***

Tutup
error: Content is protected !!