Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Bupati Ratu Wulla Pastikan Dapat Bantuan APBN Miliaran Rupiah Untuk Revitalisasi 71 Gedung Sekolah di SBD

Rian Marviriks Storintt.id
Dari bantuan itu, disebutnya mempunyai nominal anggaran yang variatif. Nantinya, pada tahap II, Pemerintah Pusat akan memperhatikan lagi beberapa sekolah lainnya.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Setelah kurang lebih 6 hari menghabiskan waktu di luar daerah untuk bertemu dengan sejumlah kementerian dan lembaga, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla memastikan mendapat bantuan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari APBN untuk revitalisasi 71 gedung sekolah.

Upaya ini tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Sumba Barat Daya untuk memanfaatkan peluang dalam ‘menjemput’ berbagai program pusat demi kelancaran pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran, khususnya pada bidang pendidikan.

Ditemui seusai grand lounching SPPG Wee Rena, Bupati Ratu Wulla mengatakan, pada tahap I anggaran tahun 2026, Pemerintah Sumba Barat Daya mendapat bantuan rebitalisasi untuk 35 gedung TK PAUD, 29 gedung SD dan 7 gedung SMP.

Baca Juga  Oknum Guru SMA Wewewa Selatan Diperiksa Tipikor Atas Dugaan Pemotongan PIP Siswa; Minta maaf ama

Dari bantuan itu, disebutnya mempunyai nominal anggaran yang variatif. Nantinya, pada tahap II, Pemerintah Pusat akan memperhatikan lagi beberapa sekolah lainnya.

“Ini berkat untuk Sumba Barat Daya di tengah efesiensi anggaran. Jadi, kita bersyukur Pemerintah Pusat memberikan perhatian, tinggal bagaimana eksekusi di sini harus total,” kata Bupati Ratu Wulla, Senin(20/04/2026).

Untuk itu, Bupati Ratu Wulla menegaskan, dirinya akan memastikan bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara baik. Ia meminta supaya kontraktor yang hendak mendapat kegiatan revitalisasi benar-benar bekerja secara profesional.

Baca Juga  Kemendikdasmen Siapkan Rp14 Triliun Untuk Revitalisasi Sekolah Tahun 2026

Dirinya tidak akan main-main dalam memberi sanksi jika ditemukan pekerjaan yang mangkrak. Ia bahkan tak segan-segan akan meminta Kejaksaan Negeri untuk melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan yang tidak beres.

“Tidak boleh ada yang namanya mandet, mangkarak, saya tidak mau. Dan saya akan minta kejaksaan untuk periksa, tidak boleh mangkrak karena ini harus dinikmati dan digunakan oleh anak-anak bangsa ini,” tegasnya lagi.***

Tutup
error: Content is protected !!