Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Hari ini SBD Dipusatkan Untuk Tanam Perdana Padi Sawah 52 Ribu Hektar Dari Sabang Sampai Merouke: Dari Sumba Untuk Indonesia

Rian Marviriks Storintt.id
Kegiatan ini dinilai sebagai wujud perhatian Pemerintah Pusat dalam meningkatkan produktifitas pertanian masyarakat Sumba Barat Daya, NTT dengan meilihat semngat petani yang tak pernah surut.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur(NTT) dipercayakan sebagai satu-satunya daerah di Republik ini menjadi pusat tanam perdana padi sawah dari Sabang sampai Merouke.

Kegiatan ini dinilai sebagai wujud perhatian Pemerintah Pusat dalam meningkatkan produktifitas pertanian masyarakat Sumba Barat Daya, NTT dengan meilihat semngat petani yang tak pernah surut.

Kepala Dinas Pertanian Sumba Barat Daya, Yohanis Frin Tuka mengatakan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian telah menunjuk Kabupaten Sumba Barat Daya untuk menjadi lokus tanam perdana padi sawah yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan luas lahan 52 ribu hektar.

Sedangkan di Kabupaten Sumba Barat Daya, ada 25 hektar yang disiapkan, tepatnya di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur.

Ia menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Pusat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menyukseskan program swasembada pangan, khususnya pada Optimalisasi Lahan(Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR).

“Hari ini Sumba Barat Daya jadi lokus dari sabang sampai merouke untuk tanam perdana padi sawah 52 ribu hektar. Kalau kita di sini ada siapkan 25 hektar,” kata Frin Tuka, Jumat(12/06/2026).

Menurutnya, kegiatan yang akan dilangsungkan sore ini bukan hanya sekedar serimonial biasa, melainkan juga menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa ketahanan pangan nasional, khususnya di Sumba Barat Daya tetap kuat dan terjaga di masa depan.

Frin Tuka juga menilai gerakan serempak tanam perdana 52 ribu hektar ini menjadi langkah nyata mempercepat tanam, meningkatkan produksi pertanian.

“Bersama petani, Brigade Pangan, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, kita menanam hari ini untuk memastikan pangan Indonesia tetap terjaga di masa depan,” katanya lagi.***

Tutup
error: Content is protected !!