Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Heboh Gaji ASN Mau Dibayar Lewat Kopdes, Pegawai di SBD Buka Suara

Rian Marviriks Storintt.id
Selain itu, juga menyangkut keamanan dana dan potensi potongan. Mereka takut akan ada kewajiban menjadi anggota koperasi terlebih dahulu, membayar simpanan pokok dan wajib, hingga keharusan berbelanja di gerai Kopdes sebelum gaji bisa dicairkan. Padahal, gaji merupakan hak penuh pegawai yang seharusnya diterima utuh tanpa syarat tambahan.(Dok.Ilustrasi/Istimewa)

Selain itu, juga menyangkut keamanan dana dan potensi potongan. Mereka takut akan ada kewajiban menjadi anggota koperasi terlebih dahulu, membayar simpanan pokok dan wajib, hingga keharusan berbelanja di gerai Kopdes sebelum gaji bisa dicairkan. Padahal, gaji merupakan hak penuh pegawai yang seharusnya diterima utuh tanpa syarat tambahan.

Meski Menteri Ferry memastikan manajer Kopdes sudah ditempatkan, mereka menilai pengelolaan anggaran gaji negara yang mencapai triliunan rupiah membutuhkan sistem audit berlapis dan SDM profesional. Sementara Kopdes Merah Putih sendiri masih dalam tahap konsolidasi awal sebagai penyedia sembako desa.

“Kami bukan anti koperasi. Tapi tolong jangan jadikan gaji kami sebagai bahan uji coba. Kopdes urus saja sembako dan UMKM dulu sampai benar-benar siap, jangan langsung urus gaji jutaan orang. Selama ini kami sudah merasa aman dengan proses yang ada,” ungkap seorang ASN di lingkup Pemerintah Daerah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur kepada storintt.id, Kamis (16/10/2026). Ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Tutup
error: Content is protected !!