Petani SBD Ditipu Oleh Oknum Masyarakat Sipil Yang Mengaku Dari Kementerian Pertanian: Gunakan Rompi Berlogo Pertanian
Kedok oknum tersebut terungkap setelah Anderias mendapat informasi dari pegawai Dinas Pertanian Sumba Barat Daya yang mengatakan kalau yang datang mengunjungi kediamannya kala itu bukan dari Kementerian Pertanian. Disaat itu, Anderias langsung menelepon oknum tersebut.
Dengan tegas, melalui telepon, Andereas mempertanyakan soal pengakuan oknum tersebut. Anderias juga merasa terkejut ketika dalam pembicaraan via telepon, oknum itu menggunakan bahasa daerah. Sementara, selama berada di kediamannya, oknum tersebut tidak pernah menggunakan bahasa daerah.
“Pagi itu saya langsung telepon juga. Saya bilang kenapa ibu berniat mau putuskan komunikasi antara kelompok saya dengan pemerintah saya bilang. Saya kecewa sekali karena ibu mengaku dari kementerian pertanian dan utusan dari Presiden Prabowo. Saya pikir ibu dari kementerian betul dan utusan presiden, ternyata tidak. Berarti ibu sudah merusak mitra kerja kelompok kami dengan pemerintah selama ini, sementara selama ini, hubungan dinas dengan saya, baik. Terus dia langsung jawab pakai bahasa daerah, dia bilang bukan begitu na’a atau saudara. Disaat itu saya kaget dan saya tidak membayangkan kalau dia ini orang Sumba,” kata Anderias.