Pemerintah Sumba Barat Klarifikasi Soal Dagangan Yang Dihancurkan, Netisen: Takut Ganti Rugi, Cari Pembelaan
STORINTT – Pemerintah Sumba Barat melalui SAT Pol PP memberi klarifikasi tentang dagangan yang dihancurkan saat melakukan penertiban.
Klarifikasi tersebut justru memicu amarah publik. Pasalnya, penertiban yang dilakukan dinilai tidak mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengamankan dagangan warga yang menyebabkan kerugian besar.
Sayangnya, dalam klarifikasi, tidak dijelaskan dagangan yang diamankan hendak di bawa ke mana. Hal itu pun juga memicu banyak tanya dari publik. Sebab, dagangan warga tersebut hingga saat ini belum dikembalikan oleh petugas Pol PP Sumba Barat.
Klarifikasi tersebut diposting melalui akun facebook Prokopim Sumba Barat yang diketahui akun resmi Pemerintah Sumba Barat, NTT.
Dalam klarifikasi itu, Pemerintah Sumba Barat membantah petugas Pol PP dan TNI melakukan pengerusakan terhadap dagangan warga yang belakangan ini viral.
“Penertiban yang dilakukan oleh personel Satpol PP bersama unsur TNI merupakan bagian dari upaya penegakan peraturan daerah dan penataan Kota Waikabubak agar tetap tertib, bersih, dan nyaman. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan melalui tahapan yang cukup panjang, mulai dari sosialisasi, pendekatan persuasif, penyampaian surat pemberitahuan, hingga imbauan melalui berbagai media, termasuk media sosial,” bunyi klarifikasi tersebut.