Berkedok Kuliah Tambahan, Oknum Dosen Unkriswina Sumba Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi
Selanjutnya, RAL membawa korban. Ia membawa ke rumah pribadinya guna melancarkan aksi bejatnya itu.
Karena malam semakin larut dan korban tak kunjung pulang, keluarga mulai gelisah. Apalagi korban tidak memberi kabar apapun tentang keberadaannya. Namun, sebelumnya, korban diketahui sempat menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya pergi untuk mengerjakan tugas.
Keluarga kemudian berupaya menghubungi korban. Sayangnya, upaya keluarha tidak menuai hasil. Tak tinggal diam, keluarga kemudian melacak keberadaan korban.
Berselang lama kemudian, keluarga akhirnya mengetahui keberadaan korban. Ia ditemukan sedang berada di rumah pelaku, RAL.
Saat tiba di rumah RAL, keluarga mendapati korban sedang menangis. Ia pun tidak memberikan penjelasan tentang keberadaannya itu karena merasa takut.
Korban juga diancam oleh RAL supaya tidak memberi keterangan apapun. Jika tidak, RAL akan memberi nilai E atau nilai merah terhadap matakuliah yang dibawanya.
Berdasarkan keterangan keluarga, RAL diduga telah melakukan kekerasan seksual terhadap korban. Bahkan, korban disebut mengalami pendarahan seusai kejadian tersebut.