Bukan Hanya Dipusat Kota, Pemerintah SBD Juga Tertibkan Pedagang di Bahu Jalan Kecamatan Kodi
STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya tidak hanya peduli terhadap kebersihan dan kenyamanan pengguna jalan di pusat kota dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima(PKL).
Penertiban juga dilakukan di wilayah kecamatan, salah satunya di persimpangan Bondo Kodi, Kecamatan Kodi. Tentunya ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kecamatan Kodi dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah kabupaten, termasuk penertiban PKL di bahu jalan umum.
Diketahui, persimpangan Bondo Kodi sebagai salah satu titik vital aktivitas masyarakat, sehingga penataan kawasan dinilai penting guna menjaga kelancaran arus lalu lintas serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Camat Kodi, Benyamin Kaka, S.Si, melalui Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) mengatakan, sebelum melakukan penertiban, pihaknya terlebih dahulu melakukan peninjauan lapangan, pendataan, serta sosialisasi kepada para pedagang yang selama ini berjualan di sekitar bahu jalan kawasan tersebut.
“Langkah ini merupakan bagian dari rencana relokasi PKL ke lokasi yang lebih representatif,” kata dia.
Ia memastikan bahwa dalam pelaksanaan tugas bersama Sat POL PP, tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dengan berdialog langsung bersama para pedagang.
Selain mencatat identitas pedagang aktif, mereka juga memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga ketertiban umum, kebersihan lingkungan, serta tidak menggunakan badan jalan untuk aktivitas berdagang secara permanen.
Ia menuturkan, penataan ini bertujuan menciptakan wajah kawasan yang lebih asri dan tertata. Menurutnya, penataan yang baik akan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli, sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas dan kebersihan lingkungan.
“Hal ini diharapkan dapat meminimalisir potensi konflik sekaligus membangun kesadaran bersama akan pentingnya tata ruang yang tertib. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap langkah ini menjadi awal transformasi simpang Bondo Kodi sebagai pusat aktivitas ekonomi yang lebih modern tanpa mengabaikan aspek ketertiban umum. Kami menghimbau seluruh pedagang untuk bersikap kooperatif selama proses pendataan dan relokasi berlangsung demi kepentingan bersama di Bumi Loda Wee Maringi,” tambahnya.***