Kapolres Sumba Barat Beri Ruang Keluarga Korban Untuk Melapor Oknum Polisi Yang Diduga Menyalahi Prosedur
“Pada saat itu, anggota kepolisian melakukan penembakan dengan tujuan melumpuhkan pelaku agar tidak dapat melarikan diri,” ungkap Yohanis.
Melihat JT yang terkena tembakan pada bahu bagian kanan, anggota langsung mengangkat dan melarikan ke pertolonga medis di Rumah Sakit Kristen Lende Moripa. Sayangnya, JT tidak tertolong atau meninggal dunia.
“Keluarga membawa jenasah korban Jowa Tana menuju Mapolres Sumba Barat untuk menuntut pertanggungjawaban Polres Sumba Barat. Sesuai kesepakatan bersama keluarga sebelumnya di rumah sakit Lende Moripa, bahwa keluarga membawa korban ke Mapolres Sumba Barat untuk menyampaikan tuntutannya dan setelah itu keluarga membawa pulang ke rumahnya di Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat,” tambah Yohanis.
Namun demikian, ketika keluarga korban tiba di Mapolres Sumba Barat, masih kata Yohanis, terjadi perbedaan pendapat karena sebagian keluarga menolak membawa pulang dan memaksa masuk menempatkan jenasah korban di ruang lobi Polres Sumba Barat.
Suasanapun memanas hingga kaca pintu masuk ruangan lobi pecah. Saat bersamaan masa juga melempar kaca ruang SPKT, Reskrim SDM dan ruang Wakapolres.