Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Ganti Akal: Stunting Itu Milik Bersama, Makna GEBRAK Butuh Gotong Royong Semua Pihak

Rian Marviriks Storintt.id
Ia menekankan bahwa desa adalah ujung tombak, tanpa komitmen dari pemerintah desa, program stunting tidak akan pernah menyentuh sasaran yang sebenarnya.(Dokpri Rian Marviriks)

Ia menambahkan, jika gerakan ini hanya dijalankan oleh satu dua dinas saja, hasilnya tidak akan maksimal.

GEBRAK harus menjadi gerakan kolektif, di mana tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, aparat, hingga masyarakat umum harus saling bergandengan tangan, saling memotivasi dan mengedukasi satu sama lain demi menyelamatkan generasi SBD. Tanpa kebersamaan, program sehebat apapun akan berhenti di atas kertas.

Menurut Ganti Akal, langkah pertama yang paling krusial yang harus dilakukan adalah motivasi dan edukasi kepada keluarga. Edukasi tidak boleh dilakukan dengan cara menggurui dari atas panggung, tetapi harus dengan pendekatan kultural yang dekat dengan masyarakat.

Oleh karena itu, edukasi harus dilakukan melalui tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama. Tokoh adat, ketua suku, pendeta, pastor, dan ustadz adalah corong yang paling didengar oleh masyarakat di desa. Ketika mereka yang berbicara tentang pentingnya membawa anak ke Posyandu, tentang pentingnya makan bergizi, masyarakat akan lebih percaya dan patuh.

Tutup
error: Content is protected !!