Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Ganti Akal: Stunting Itu Milik Bersama, Makna GEBRAK Butuh Gotong Royong Semua Pihak

Rian Marviriks Storintt.id
Ia menekankan bahwa desa adalah ujung tombak, tanpa komitmen dari pemerintah desa, program stunting tidak akan pernah menyentuh sasaran yang sebenarnya.(Dokpri Rian Marviriks)

“Selanjutnya, kalau tokoh masyarakat sudah bergerak, seluruh kekuatan yang ada di desa harus ikut. Baik itu kepala desa bersama aparatnya secara keseluruhan, kader-kader Posyandu, dan seluruh masyarakat harus mendukung,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa desa adalah ujung tombak, tanpa komitmen dari pemerintah desa, program stunting tidak akan pernah menyentuh sasaran yang sebenarnya.

Dukungan masyarakat juga bisa berupa hal-hal sederhana, seperti gotong royong memperbaiki jamban, membantu tetangga yang tidak punya air bersih, hingga mengingatkan ibu-ibu tetangga saat jadwal Posyandu tiba. Hal-hal kecil inilah yang selama ini luput dari perhatian, padahal dampaknya sangat besar.

Ia menuturkan bahwa penanganan stunting secara nasional maupun di SBD dibagi menjadi dua intervensi besar yang tidak bisa dipisahkan, yakni intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Keduanya harus berjalan beriringan seperti dua sisi mata uang.

Intervensi sensitif berkaitan dengan faktor pendukung di luar kesehatan. Ini menyangkut kebersihan lingkungan, perumahan yang layak huni, ketersediaan air bersih, sanitasi yang baik, pengelolaan limbah, hingga ketahanan pangan keluarga. Ia mencontohkan, anak yang tinggal di rumah yang lembab, tanpa ventilasi, tanpa jamban sehat, dan airnya keruh, sangat rentan terkena infeksi berulang yang akhirnya memicu stunting.

Tutup
error: Content is protected !!