Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kadis Pertanian SBD: Kita Baru Dapat 6 Combain di Masa Kepemimpinan Ratu Angga, Tahun Sebelum Tidak Pernah

Rian Marviriks Storintt.id
Secara teknis, penanganan peralatan seperti traktor besar dan mesin combain ditangani pemerintah karena biaya perawatan dan lain-lain cukup mahal. Dan pemerintah siap melayani bila masyarakat membutuhkannya.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Sejak terlantik pada bulan Februari 2025 lalu, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka langsung menunjukan kerja-kerja mereka.

Khusus di bidang pertanian, mereka telah berhasil mendatangkan bantuan mesin combain sebanyak 4 unit yang bersumber dari APBN anggaran tahun 2025.

Kemudian pada tahun 2026, mereka kembali berhasil mendapat 2 combain, sehingga total keseluruhannya 6 unit dengan total anggaran mencapai miliaran rupiah.

Tentunya, ini menjadi keseriusan mereka dalam merealisasikan beberapa janji kampanye selama proses pilkada untuk meningkatkan dan memudahkan para petani dalam mengolah lahan pertanian. Apalagi, di masa sekarang ini, para petani sangat kesulitan dalam memanen hasil pertanian seperti padi sawah dan ladang dengan menggunakan tenaga manusia.

Secara teknis, penanganan peralatan seperti traktor besar dan mesin combain ditangani pemerintah karena biaya perawatan dan lain-lain cukup mahal. Dan pemerintah siap melayani bila masyarakat membutuhkannya.

Untuk itu, combain tersebut bisa dimanfaatkan oleh seluruh petani dengan melalui mekanisme yang ada. Salah satunya, mereka(petani) bisa menggunakan dengan mengajukan permohonan.

Baca Juga  Lagi, Soal Lawadi SBD Kejari Sumba Barat Menetapkan 1 Tersangka Baru, Total 3 Tersangka

Nantinya, Pemerintah melalui Dinas Pertanian akan memfasilitasi petani untuk mengantar combain tersebut di lahan yang hendak dipanen. Seluruh biaya transportasi menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian. Sementara petani hanya diminta biaya pemeliharaan sebanyak Rp20 ribu per-are.

Kepala Dinas Pertanian SBD, Yohanes Frin Tuka mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya baru mendapatkan bantuan combain dimasa kepemimpinan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla dan Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka. Sedangkan, pada masa kepemimpinan sebelumnya, tidak pernah mendapatkan bantuan tersebut.

Menurutnya, perjuangan Bupati Ratu Wulla dalam memperoleh bantuan combain sangat membantu para petani di wilayah ini.

“Sekarang ini, susah mendapatkan tenaga manusia untuk memanen padi. Selain biaya sewa lumayan mahal juga waktu pelaksanaan lama pula. Kondisi itu berbeda kalau memanen padi menggunakan mesin combain. Waktu panen dan rontok singkat sehingga menghemat biaya. Petani kita hanya siapkan Rp20 ribu per-are untuk biaya pemeliharaan,” kata Kepala Dinas Pertanian SBD, Yohanes Frin Tuka, Senin(13/04/2026).

Baca Juga  9 Unit Rumah Adat di Harona Kalla Sumba Barat NTT Dilahap Jago Merah, Sekdes; Tersisa baju dibadan

Yohanes Frin Tuka juga meluruskan soal informasi tentang Alat Mesin Pertanian(Alsintan) yang terparkir di Rumah Jabatan Bupati dan belakangan ini memicu perhatian publik.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjamin keamanan. Sebab, saat ini, gudang alsintan sedang dalam keadaan tidak layak pakai.

“Itu disimpan di rujab untuk menjaminan keamanan, karena gudang kita sudah rusak dan tahun ini baru kita perbaiki. Kita parkir disitu hanya sifat sementara saja. Dan kami pastikan, masyarakat tetap bisa gunakan melalui mekanisme yang ada,” katanya lagi.

Sebagai informasi tambahan, pada tahun 2025, Pemerintah Sumba Barat Daya juga mendapatkan bantuan traktor roda empat sebanyak 15 unit dan traktor croler (rotari) 10 unit. Dan peralatan peralatan pertanian itu telah dibagikan kepada kelompok tani.***

Tutup
error: Content is protected !!