Korban Bertanya, Jasa Raharja Sumba Barat Daya Berdalih: Janji Santunan Rp20 Juta Dari Bulan Maret Hilang Jejak
Mengaburnya transparansi dalam pelayanan publik ini memicu dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari bertambahnya beban biaya medis mandiri hingga menurunnya kepercayaan terhadap lembaga pemungut sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan.
Keluarga korban mengharapkan adanya tindakan nyata berupa perbaikan sistem pelayanan di Jasa Raharja Sumba Barat Daya. Mereka juga berharap supaya santunan tersebut segera dicairkan guna pemunuhan kebutuhan biaya pemulihan anak mereka yang baru selesai operasi otak.***
Tutup