Oknum Polri Memohon Maaf Atas Unggahannya Yang Berisi “Jangan jadi Pencuri Kalau Tidak Mau Menanggung Risiko”
Sebelumnya, sebagaimana diberitakan awal Netizen menilai bahwa sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, institusi Polri beserta anggotanya idealnya menggunakan bahasa komunikasi publik yang santun, objektif, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Beberapa diantara mereka juga kerap membandingkan respons tegas terhadap kejahatan kecil dengan penanganan kasus-kasus besar seperti korupsi, sehingga unggahan tersebut dianggap tidak mawas diri.
Bahkan, kasus pencurian yang melibatkan salah satu oknum Polisi di Sumba Timur beberapa minggu lalu juga dibandingkan.
Berikut beberapa kritik yang dituangkan dalam kolom komentar dari unggahan oknum polri tersebut.
“Jangan jadi polisi kalau mau jadi pencuri sapi,” komentar netizen yang mengaitkan keterlibatan oknum polisi disebut sebagai penadah pada kasus pencurian sapi di Sumba Timur.
“Bagaimana dengan pak budi?? Apa Karena namanya budiman biar menyalahkan hukum didiamkan saja? Bagaimana dengan para tikus berdasih? Mari merefleksikan diri masing sebelum menyalakan kesalahan orang lain. Jangan jadikan kesalahan orang lain sebagai ladang bisnis d dunia maya,” komentar akun lain.