Oknum Polri Memohon Maaf Atas Unggahannya Yang Berisi “Jangan jadi Pencuri Kalau Tidak Mau Menanggung Risiko”
“Ijin komen dan sedikit mau bertanya, sekaligus mohon pencerahannya abang. Lalu bagaimana dngan seseorng yang tidak melakukan pencurian tapi dia jdi korban penembakan tadi mlm ya bang?,” komentar akun lain dengan menyertakan foto korban yang disuga terkena tembakan ketika Polres Sumba Barat melepas sejumlah tembakan peringatan dalam membubarkan ratusan massa.
Namun demikian, beberapa pengguna media sosial facebook lainnya memberi dukungan atas unggahan oknum polri tersebut.
“Setuju dengan kalimat ini. Tetap semangat awalnya sebelum ada kejelasannya saya memang dukung penuh dengan korban tapi setelah dapat kronologi yang jelas saya jadi benci berapa kali lipat,” ungkap seorang pengguna facebook dalam memberi dukungan.
“Setuju pak pol, di kabupaten Sumba Tengah juga sering terjadi perampokan dan pencurian semoga di Sumba Tengah juga ada yang di tangkap karena ortu saya sendiri sudah 2 kali di rampok hewan, sampai-smapai bapa saya trauma piara hewan lagi,” komentar akun lain.
Dengan berbagai kritikan tajam yang disampaikan warganet, tentunya, kejadian ini menunjukkan betapa krusialnya pengawasan tata kelola media sosial bagi personel kepolisian.