Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Ganti Akal: Stunting Itu Milik Bersama, Makna GEBRAK Butuh Gotong Royong Semua Pihak

Rian Marviriks Storintt.id
Ia menekankan bahwa desa adalah ujung tombak, tanpa komitmen dari pemerintah desa, program stunting tidak akan pernah menyentuh sasaran yang sebenarnya.(Dokpri Rian Marviriks)

STORINTT – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terus memperkuat komitmen dan langkah nyata untuk menekan angka stunting di daerah ini. Strategi terpadu lintas sektor hingga ke tingkat desa kini difokuskan pada penguatan gizi, sanitasi lingkungan, hingga edukasi kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Yohanes Ganti Akal mengatakan, selama ini penanganan stunting selalu dianggap hanya urusan Dinas Kesehatan, bidan, atau petugas gizi. Padahal stunting adalah akumulasi dari banyak persoalan, mulai dari kemiskinan, sanitasi buruk, kurangnya air bersih, hingga rendahnya edukasi keluarga.

Menurutnya, jika cara pandang ini tidak diubah, angka stunting akan sulit turun meski anggaran besar dikucurkan. Baginya, makna GEBRAK bukan sekadar jargon atau program seremonial, melainkan filosofi kerja bersama yang harus dihidupi oleh seluruh lapisan.

“Itu milik bersama. Iya makanya, makna GEBRAK itu, gerakan bersama atasi stunting. Semua orang itu punya tanggung jawab, siapapun dia,” tegas Yohanes yang akrab disapa Ganti Akal ketika ditemui seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis(01/10/2026).

Tutup
error: Content is protected !!