1.554 Tenaga Guru PPPK Paruh Waktu Sumba Barat Daya Diangkat, Bupati: Terima Kasih Sudah Bersabar
STORINTT – Terjawab sudah, penantian 1.554 tenaga guru PPPK Paruh Waktu tentang kepastian nasib mereka untuk menerima Surat Keputusan(SK) dari Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Mereka resmi diangkat dan memperoleh NI sebagai tenaga guru PPPK Paruh Waktu untuk mengabdi di daerah ini sesuai dengan tempat mengajar masing-masing, menyusul tenaga teknis dan kesehatan.
Dengan demikian, secara keseluruhan, pada tahun 2026 ini, ada 3.219 tenaga PPPK Paruh Waktu yang diangkat oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Sementara, penyerahan SK dilakukan secara langsung oleh Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu(02/05/2026) baru-baru ini.
Dalam sambutannya, Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla menyampaikan apresiasi kepada para guru PPPK paruh waktu yang telah menunjukkan kesabaran dalam menanti kepastian status mereka.
Bupati juga menegaskan pentingnya menjaga kedisiplinan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari tanggung jawab profesi seorang pendidik. Menurutnya, sikap disiplin akan membentuk etos kerja yang baik dalam mendidik generasi muda di Sumba Barat Daya.
“Saya minta para guru untuk selalu disiplin. Guru harus menjadi teladan, bukan sebaliknya,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mendorong penerapan sistem absensi berbasis fingerprint di seluruh sekolah di wilayah SBD sebagai upaya meningkatkan kedisiplinan, sebagaimana yang telah diterapkan di lingkungan organisasi perangkat daerah.
“Kita akan menerapkan penggunaan fingerprint di sekolah-sekolah. Tantangan ke depan sangat besar, terutama dalam menghadapi bonus demografi tahun 2045. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan generasi SBD yang unggul dan berkualitas,” ujar Bupati Ratu Wulla.
Penyerahan SK ini diharapkan menjadi motivasi bagi para guru PPPK paruh waktu untuk semakin meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam memajukan sektor pendidikan di Kabupaten Sumba Barat Daya.***