Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Cerita Krisno Korban Penyekapan di Bali Hingga Orangtua Diminta Tebusan Rp100 Juta: Nyawa Taruhan

Rian Marviriks Storintt.id
Awalnya, Krisno berkeinginan mencari kerja di Denpasar, Bali. Krisno pun berniat mewujudkan keinginannya itu, sehingga pada 01 Mei 2026, ia berangkat ke Denpasar, Bali. Setiba di sana, Krisno tinggal sementara dengan seorang sepupuhnya disalah satu kos.(Dokpri Rian Marviriks)

Setelah beberapa hari di sana, Krisno melihat ada lowongan pekerjaan di bidang kepariwisataan melalui aplikasi Tinder pada 04 Mei 2026. Tak menunggu lama, Krisno langsung membuat keputusan untuk melamar pekerjaan tersebut. Lamaran dikirimkan olehnya.

Krisno tidak menyangka kalau mimpinya untuk mencari pekerjaan di pulau dewata itu terwujud. Hal itu ia sadari ketika lamaran diterima. Kemudian, dirinya langsung diminta untuk datang mengikuti wawancara di Hotel Liberta Seminya. Saat itu, Krisno diantar oleh sepupuhnya yang bernama Ferdi. Mereka menumpangi sepeda motor.

Setiba di lobi hotel Liberta Seminya, Krisno diterima secara langsung oleh bos perusahan, Adrisryanti Tanah Paluang atau Kenso bersama Ayasha Amanda Amira Putri atau Amanda.

Kedatangannya diterima langsung bos perusahaan Adrisryanti Tanah Paluang atau Kenso bersama seorang temannya, Ayasha Amanda Amira Putri atau Amanda di lobi hotel Liberta Seminya.

Disaat itu juga, proses wawancara pun berlangsung. Krisno tidak sendiri, ia bersama Yohanes yang juga sedang mengikuti proses wawancara. Setelah itu, Krisno dinyatakan lolos, sedangkan Yohanes dinyatakan tidak lolos wawancara.

Tutup
error: Content is protected !!