Cerita Krisno Korban Penyekapan di Bali Hingga Orangtua Diminta Tebusan Rp100 Juta: Nyawa Taruhan
Setiba di hotel Liberta Kedonganan, ia bersama para pelaku menempati satu kamar hotel. Di kamar hotel itu, Krisno kembali mulai mendapatkan kekerasan. Mulai dari tinju di wajah, kepala, pelipis, perut, kaki, bahkan dahi bagian kiri robek karena mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari bos Kenso menggunakan sepatu high heels hingga mendapatkan 3 jahitan.
Aksi brutal itu tidak berhenti sampai disitu. para pelaku juga memukul areal intim korban. Bahkan darah yang terpencar di lantai kamar akibat luka robek pada dahi kirinya, dipaksa pelaku menjilatnya sampai bersih.
Tindakan itu tidak hanya dilakukan oleh dua bodyguard tetapi juga oleh Yohanes asal Kupang dan dua perempuan itu. Krisno tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya pasrah dan menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.
“Bila saya harus pergi dengan cara ini maka saya meminta kembalikan tubuh saya ke Sumba Barat Daya. Mereka juga menelepon ibu saya meminta segera mengirimkan uang Rp 100 juta sebagai tebusan. Bila terlambat kirim, para pelaku mengancam akan memotong salah satu jari tangan korban. Bahkan akan menghilangkan nyawanya bila orang tua tidak mengirimkan uang itu,” katanya.