Cerita Krisno Korban Penyekapan di Bali Hingga Orangtua Diminta Tebusan Rp100 Juta: Nyawa Taruhan
“Selain itu, para pelaku juga meminta saya untuk menelepon beberapa teman dan anggota keluarganya untuk mengirimkan sejumlah uang. Dari sekian orang yang ia telepon, hanya satu orang berhasil mengirimkan uang Rp 1 juta,” katanya lagi.
Hal itu karena ia dianggap mencuri dan melakukan pelecehan terhadap bos Kenso.
“Padahal saya tidak melakukan Itu. Hanya akal-akal saja agar saya terus disiksa,” katanya.
Puncaknya, tanggal 9 Mei 2026 malam, selain masih disiksa juga dipaksa meminum minuman keras oleh dua bodyguard.
Malam itu semua minum hingga mabuk termasuk Yohanes dan dua perempuan itu. Krisno juga dipaksa untuk miras hingga belasan botol, ia pun terpaksa mengikuti permintaan itu. Krisno merasa heran kalau dirinya tidak pernah merasa mabuk, justru mereka lah yang tidak menyadarkan diri lagi.
Dengan kondisi para pelaku yang sedang mabuk berat karena alkohol, Krisno kemudian memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri. Dalam proses melarikan diri, Krisno masih sempat berpikir soal barang-barang miliknya yang disita, seperti iphone 15, handphone android, laptop, paspor hingga koper.