Cerita Krisno Korban Penyekapan di Bali Hingga Orangtua Diminta Tebusan Rp100 Juta: Nyawa Taruhan
“Usaha saya kabur lolos setelah menekan tombol pintu, dan pintu langsung terbuka. Saya melarikan diri hanya mengenakan celana panjang tak memakai baju dan darah masih mengalir diwajahnya. Saya melintas di depan meja Front Office. Saat itu, ada satu petugas Front Office melihatnya namun cuek saja,” kata Krisno.
Krisno terus berjalan sampai bawah, bertemu seorang satpam namun karena pembicaraannya kurang baik dan ia sendiri takut diburu para pelaku maka berlari jauh dari hotel. Ia mendatangi salah satu warung Madura dan meminta bantuan meminjamkan handphone untuk menghubungi mamanya karena ia baru kabur karena disekap di hotel itu.
Setelah berhasil menghubungi mamanya dan atas arahan pemilik Warung Madura bahwa ada orang NTT menempati salah satu kos yang ada tak jauh dari hotel itu. Ia pun pergi ke kamar kos itu dan bertemu dengan orang NTT itu.
Orang tersebut memberikan sebuah baju untuk mengenakanya. Orang tersebut menenangkannya dan menyatakan di sini aman. Dari situ, ia lalu menghubungi sepupuhnya, anggota keluarga lainnya dan juga Ketua Perkumpulan orang Sumba di Bali.