Dominggus Dama Ikut Bertarung Merebut Ketua DPC PKB Sumba Barat Daya, Akankah Petahana Tersingkir?
STORINTT – Muscab Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Kabupaten Sumba Barat Daya(SBD) berlangsung dinamis dengan atmosfer konsolidasi yang kuat.
Forum Musawarah Cabang yang diselenggarakan di Hotel Sumba Sejahtera pada 25 April 2026 itu menghadirkan tokoh politik yang namanya tak lagi lazim di daerah ini, Dominggus Dama.
Kehadiran Dominggus Dama dalam muscab PKB Sumba Barat Daya kala itu memicu perhatian publik dalam memberi berbagai spekulasi, hingga membuat suhu politik di internal PKB kian memanas.
Ia menjadi satu-satunya kandidat yang berasal dari eksternal partai yang turut berkompetisi dalam merebut tongkat kepemimpinan partai pengusung Paket Ratu Angga pada pilkada lalu itu.
Walau begitu, Muscab PKB tahun ini dinilai sebagai momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan serta masa depan partai di Sumba Barat Daya untuk 5 tahun ke depan.
Dari sejumlah nama yang diusulkan, terdapat 2 nama yang disebut-sebut berpeluang besar menjadi Ketua DPC PKB Sumba Barat Daya, NTT. Yakni, Tobias Dowa Lelu(Ketua DPC/petahana) dan Dominggus Dama(non-kader).
Dilihat dari rekam jejak, Dominggus Dama bukanlah pemain baru dalam kanca politik Sumba Barat Daya. Ia merupakan petarung lama yang sering mengikuti kompetisi politik di daerah ini.
Sebelum mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Sumba Barat Daya periode 2025-2030, Dominggus Dama merupakan anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai PPP.
Manuver politik Dominggus Dama selama proses perhelatan pilkada patut diacungkan jempol. Meski gagal mendapat tiket sebagai calon bupati, ia tetap optimis dalam menuntaskan karirnya dalam dunia politik. Ia bahkan dinilai sebagai figur yang energik dalam menyikapi berbagai dinamika politik di daerah ini.
Apakah dengan berbagai rekam jejak politik itu yang menjadi pertimbangan, sehingga ia diusulkan sebagai calon Ketua DPC PKB Sumba Barat Daya?
Disisi lain, Dominggus Dama harus mengeluarkan seluruh kemampuannya jika benar-benar mau merebut karpet merah tersebut. Ia akan berhadap dengan petahana, Tobias Dowa Lelu.
Tobias yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumba Barat Daya di periode kedua, tentunya tak tinggal diam dalam melakukan berbagai cara untuk memastikan bahwa PKB tetap berada di bawah kendalinya.
Sebagai salah satu bentuk kepercayaan dirinya, Tobias berhasil meyakinkan DPP PKB untuk memberikan tiket calon bupati dan wakil bupati kepada Paket Ratu Angga pada pilkada lalu, meski pun saat itu Dominggus Dama juga ikut melamar. Namun, hal itu bukan satu-satunya yang menjadi tolak ukur pengaruh dirinya di tingkat pusat.
Untuk itu, Muscab PKB Sumba Barat Daya pun tak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan arena konsolidasi besar, pertarungan gagasan, dan penentu arah masa depan partai di daerah ini.
Dengan komposisi kandidat yang beragam, mulai dari unsur legislatif, struktural partai, hingga tokoh non-partai, perebutan kursi Ketua DPC dipastikan berlangsung ketat dan penuh strategi.
Kini, publik Sumba Barat Daya sedang menantikan siapa sosok yang akan terpilih memimpin PKB dan membawa partai berlambang bumi bintang sembilan ini melangkah lebih kuat di masa mendatang. Apakah petahana akan tersingkir?
Sebagai informasi tambahan, dalam Muscab PKB Sumba Barat Daya menghasilkan 6 nama yang diusulkan sebagai calon DPC. Diantaranya, Tobias Dowa Lelu, Yohanes Zogara, Lukas Cama, Anselmus Dangga Ate, Agustinus Didimus Ama Sanga dan Dominggus Dama.***