Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Mencuat! SK Kepala Sekolah Yatutim Digadai Diduga Untuk Cari Suara Demi Lolos DPR RI Tahun 2019

Rian Marviriks Storintt.id
Mereka, kata SLD, mau membeli mobil karena selama ini sering mendapat hinaan dari berbagai pihak hingga menyebut sekolah-sekolah Yatutim adalah sekolah abal-abalan. Mereka hanya mau eksis dan menunjukan bahwa Yatutim juga sama seperti sekolah lainnya.

STORINTT – Kepala Sekolah di bawah naungan Yayasan Tunas Timur(YATUTIM) membantah menggadai SK di Bank BRI Unit Elopada atas keinginan pribadi hanya untuk membeli mobil bekas. Bantahan itu mereka sampaikan menyoal pernyataan Ketua Yatutim, Soleman Lende Dappa beberapa hari lalu ketika memberi klarifikasi pada media ini.

Kala itu, SLD berkata, pinjaman bank yang dilakukan oleh para guru dan kepala sekolah atas kehendak mereka sendiri. Dia mengaku hanya sebatas untuk memfasilitasi saja. Sedangkan, soal uang puluhan juta yang ditransfer oleh para guru dan kepala sekolah ke rekening pribadinya ketika pencairan, SLD menyebut bukan atas perintahnya, melainkan keinginan kepala sekolah untuk membeli mobil bekas.

Mereka, kata SLD, mau membeli mobil karena selama ini sering mendapat hinaan dari berbagai pihak hingga menyebut sekolah-sekolah Yatutim adalah sekolah abal-abalan. Mereka hanya mau eksis dan menunjukan bahwa Yatutim juga sama seperti sekolah lainnya.

“Bahwa kenapa katakan dari 32 orang itu menitipkan uang ke yayasan, karena mau dibelikan mobil. Karena saat itu, mereka bilang kita sudah dihina-hina, kita punya sekolah dinilai abal-abal, jadi kita eksis juga dengan membuktikan dengan cara beli mobil seken, mereka sendiri yang bilang saat itu,” ungkap SLD, Selasa(21/04/2026) kala itu.

Namun demikian, klarifikasi Soleman Lende Dappa justru membuat para kepala sekolah geram. Mereka tak segan-segan membantah hingga membuka fakta alasan peminjaman itu dilakukan.

Baca Juga  Soal Oknum Kepsek di NTT yang Video Call Tanpa Pakaian, Begini Respon Kadis Pendidikan Belu

Mereka menganggap pernyataan SLD hanya untuk menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Pasalnya, para guru dan kepala sekolah tidak mempunyai dasar yang kuat guna mendapatkan kredit bank.

“Terkait dengan pernyataan beliau(SLD), bahwa kepala sekolah yang meminta kepada beliau untuk fasilitasi kredit di bank untuk membeli mobil, pernyataan itu sangat-sangat tidak benar. Kami sama sekali tidak punya niat untuk pinjam di bank. Kenapa kami tidak niat? Karena kami tidak punya gaji pokok. Berdasarkan SK yang kami peroleh dari Yayasan Tunas Timur adalah SK non gaji. Jadi kami tidak punya dasar untuk pinjam di bank, kami harus berpikir bayar pakai apa?,” kata Mantan Kepala SMK Solid, Desa Kalimbu Tillu, Wewewa Barat, periode 2016-2023, Anderias Bili Malo yang didampingi kepala sekolah lainnya, Sabtu(25/04/2026).

Menurut dia, pinjaman yang dilakukan dengan menggadaikan SK para guru dan kepala sekolah diduga untuk melancarkan proses pencalonannya sebagai anggota DPR RI pada pileg 2019 lalu. Ia menyatakan maju sebagai calon DPR RI setelah pencairan pinjaman bank.

Saat itu, SLD mencalonkan diri sebagai DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) dengan nomor urut 3. SLD disebut tidak mempunyai penghasilan tetap, ia hanya berharap pada Yayasan yang sedang dikelola.

Baca Juga  Kepala Sekolah Yatutim Desak SLD Tanggung Jawab Pinjaman di Bank BRI: Pinjaman Mencapai Rp2 Miliar, Kami ini Korban

“Setahu kami, pada tahun 2019, Soleman Lende Dappa selaku Ketua Yayasan Tunas Timur mencalonkan diri sebagai DPR RI dari PKB nomor urut 3. Kami tahu, bahwa beliau(SLD) tidak mempunyai penghasilan tetap, beliau hanya sebagai ketua yayasan, sehingga kemungkinan besar, dugaan kami bahwa uang ini yang digunakan untuk calon sebagai DPR RI,” katanya lagi.

Pada saat resmi mencalonkan diri, SLD memanggil para guru dan kepala sekolah untuk bersama-sama dalam merancang strategi kemenangan.

Para guru dan kepala sekolah dengan gamblang menanyakan biaya operasional selama masa kampanye ketika pertemuan itu berlangsung. Mereka juga menyampaikan kepada SLD bahwa akan sulit mendapat dukungan karena selama ini sekolah-sekolah Yatutim kerap mendapat sorotan.

“Beliau bilang tenang, nanti saya belikan kalian mobil untuk kalian pakai dalam mencarikan saya suara. Jadi mobil itu diberikan kepada kami untuk operasional sekolah sekaligus sebagai mobil operasional untuk mencari suara demi memenangkan beliau sebagai DPR RI tahun 2019 itu,” kata Anderias.

“Jadi dugaan kami, uang ini yang dipakai, tetapi bukan permintaan kami untuk membeli mobil. Semua uang cair sebelum masa kampanye,” tegasnya lagi.***

Tutup
error: Content is protected !!