Prof Aloysius Dilantik Menjadi Rektor Unmaris Sumba: Jangan Kasa Kusut Dibelakang
STORINTT – Penantian para mahasiswa Unmaris Sumba, Kabupaten Sumba Barat Daya untuk mempunyai rektor defenitif, kini terjawab sudah. Pasalnya, Prof. Dr. Aloysius Liliweri, MS, telah dilantik untuk memimpin universitas tersebut.
Prof.Aloysius dilantik oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Santo Yosep Freinademetz, Dra.Lidya Dunga Poety M.M, Sabtu(23/05/2026) di Fortuna Convention Hall.
Ditemui seusai proses pelantikan, Prof Aloysius mengaku bahwa saat ini masih menjadi dosen aktif di Universitas Nusa Cendana(Undana) Kupang. Ia masih menjalankan tugas sebagai dosen selama 1 tahun sebelum pensiun.
Namun, ia memilih menjadi rektor di Unmaris Sumba karena mendapatkan pesan untuk menyelamatkan nasib 328 mahasiswa yang siap untuk diwisudakan.
Meski dalam keadaan kesehatan terganggu, Prof Aloysius meyakini kalau dirinya akan sembuh ketika berada di Pulau Sumba, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya.
Prof Aloysius juga meluruskan bahwa tertundanya proses wisuda para mahasiswa bukan karena kesalahan yayasan, tetapi karena dirinya yang tiba-tiba jatuh sakit.
“Saya kuat, saya janji bulan Juni saya kembali di Pulau Sumba. Ijinkan saya setelah ini, saya kembali ke Kupang untuk berobat, kemudian kemungkinan bulan Juni saya sudah di sini. Dan saya harus sembuh di Pulau Sumba. Banyak yang persalahkan ibu karena jadwal wisuda berganti-ganti tanggal, bukan karena ibu, tapi karena saya sakit,” kata Prof Aloysius.
Menurutnya, banyak yang beranggapan kalau sebagai profesor selalu benar atau walaupun salah tapi dianggap benar. Baginya, pikiran-pikiran seperti itu yang berbahaya.
Untuk itu, Prof Aloysius mengajak seluruh dosen, termasuk mahasiswa untuk bersama-sama dalam membantu dirinya mengurus Universitas Setlla Maris Sumba. Ia bahkan meminta supaya segala bentuk dinamika dalam internal lembaga dapat diselesaikan dengan baik.
“Saya butuh teman-teman, saya butuh Warek, saya butuh adik-adik semua untuk mengurus akademi sebaik-abiknya. Ada apa-apa kita selesaikan dengan baik, jangan kasa kusut dibelakang,” katanya lagi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Santo Yosep Freinademetz, Dra.Lidya Dunga Poety M.M, mengatakan, pelantikan terhadao Prof Aloysius bukan hanya semata penyerahan jabatan.
Melainkan, kata dia, merupakan penyerahan kepercayaan dan harapan dari ribuan keluarga di seluruh pelosok Sumba yang menaruh harapan kepada anak-anak mereka dipundak institusi ini.
Jadi, kata dia, jika ada yang beranggapan kalau pihak kampus sedang berupaya mempersulit mahasiswa, itu adalah pikiran keliru.
“Karena saya bercita-cita bahwa ijasahmu harus ditandatangan oleh seorang guru besar, seorang profesor. Kita tidak semata-mata melahirkan sumber daya manusia, dan tanda kelulusannya tidak semata-mata asal ditandatangi oleh orang yang belum diperhitungkan seperti apa nilai jual dan kompetensi yang berada dalam pribadinya,” kata dia.***