Prof Aloysius Resmi Jadi Rektor Unmaris Sumba, Bupati Ratu Wulla: Semoga Menjadi Rumah Pembelajaran Yang Berkualitas
STORINTT – Universitas Stella Maris Sumba resmi mempunyai rektor baru seusai dilantiknya Prof. Dr. Aloysius Liliweri, MS, pada Sabtu(23/05/2026) di Fortuna Convention Hall.
Pelantikan ini dinilai sebagai titik awal lahirnya arah semangat dan harapan baru bagi sebuah perguruan tinggi, khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.
Untuk diketahui, dikabarkan bahwa setelah dilantiknya rektor definitif, Unmaris Sumba akan segera mewisudakan 328 mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Manajemen Informatika pada 25 Mei 2026.
Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla mengatakan, di tangan seorang rektor bukan hanya tata kelola kampus yang dipimpin, tetapi juga cita-cita masa depan banyak anak muda yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan zaman.
“Saya percaya bahwa pengalaman kapasitas akademi serta pemikiran besar yang dimiliki Prof.Aloysius akan menjadi kekuatan penting dalam membawa perubahan dan Sumba Barat Daya semakin maju, berkembang dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” kata Bupati Ratu Wulla.
Bupati Ratu Wulla menyebut keberadaan perguruan tinggi seperti Universitas Stella Maris Sumba memiliki arti yang sangat strategis.
Menurutnya, kampus bukan hanya mencetak lulusan tetapi juga menumbuhkan harapan bahwa anak-anak Sumba memiliki kesempatan yang sama untuk maju berkembang Dan suatu saat kembali membangun daerah ini dengan ilmu dan pengabdian sejalan dengan visi Kabupaten Sumba Barat Daya.
“Semoga kepemimpinan yang baru Universitas Stella Maris Sumba semakin menjadi rumah pembelajaran yang berkualitas dan tempat lahirnya generasi muda yang cerdas berkarakter dan memiliki integritas serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ucap Bupati Ratu Wulla.
Pemerintah daerah sejak dini berkomitmen untuk mempersiapkan generasi hebat bagi Sumba Barat Daya. Pemerintah juga berkomitmen untuk memajukan pendidikan di daerah ini.
Bupati Ratu Wulla juga menyampaikan bahwa di Sumba Barat Daya angka lama belajar hanya 6,3 tahun. Dengan demikian, hal itu menjadi tantangan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sebagai wujud komitmen pemerintah, telah diaokasikan anggaran miliaran rupiah dalam menduduk keberlanjutan pendidikan bagi mahasiswa tidak mampu dan kurang mampu.
“Sehingga memang kami sangat membutuhkan kerjasama dan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dengan Universitas Stella Maris Sumba. Apalagi berada di wilayah Sumba Barat Daya. Mungkin banyak pandangan-pandangan gagasan-gagasan yang baik, pikiran-pikiran yang baik yang bisa kita kolaborasikan untuk kita lakukan demi pembangunan di sektor pendidikan,” katanya lagi.***