Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Parah, Enam Siswa SMA Negeri Wewewa Selatan Dibujuk Dengan Rp50 Ribu untuk Tanda Tangan Demi Pencairan PIP 

Fakta tersebut semakin menguatkan dugaan pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar(PIP) kepada sejumlah siswa yang sudah berhasil melakukan pencairan bantuan PIP.(Dok.Istimewa)

TIMEXNTT – Fakta terbaru terendus dipermukaan publik seusai pengakuan tebaru dari seorang siswa SMA Negeri 1 Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Fakta tersebut semakin menguatkan dugaan pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar(PIP) kepada sejumlah siswa yang sudah berhasil melakukan pencairan bantuan PIP.

Baca Juga  Jalan Ditutup Karena Beda Pilihan, Warga Kompak Buat Jalan Baru Beri Nama Jalan Ratu Angga

Bagaimana tidak, oknum guru SMA Negeri 1 Selatan menggunakan berbagai cara demi menggelapkan bantuan PIP dari beberapa siswa yang sudah menjadi alumni di sekolah itu.

Hal itu diakui oleh seorang siswa SMA Negeri 1 Wewewa Selatan yang namanya diminta disamarkan dalam lemberitaan ini. Ia mengaku mendapat bujukan dari seorang guru dengan diimingi uang Rp50 ribu untuk datang ke Bank BNI demi melancarkan perbuatannya.

Baca Juga  Ternyata PPPK Tahap 1 Sumba Barat Daya yang Sudah Diangkat Belum Bisa Tidur Nyenyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Ketika saya masih aktif sebagai PNS di dinas P dan K kab. sBD. Saya sebagai kasie tendik bidang pendidikan sekolah dasar terdapat beberapa SD yang ‘memotong’ uang PIP siswa. Keiltika ada orang tua atau wartawan yang mengadukannya ke dinas P dan K melalui bidang SD maka saya memanggil kepala sekolah untuk memintai klarifikasi. Untuk semua oknum kepala sekolah yang terlibat di dalamnya mengakui perbuatannya dan bersedia mengembalikan uang milik siswa tersebut. Dan sebagai bukti saya meminta kuitansi pengembalian kepada siswa yang ditanda tangani siswa mengetahui kepala sekolah dan ketua komite. Pihak siswa pun menerima kekeliruan yang dilakukan guru mereka. Kita berharap tidak terulang lagi. Semoga.

Tutup
error: Content is protected !!