Dihadapan Polisi, GMNI SBD: Apakah Oknum TNI Dibelakang Pembangunan KDMP Bukan Penjahat?
STORINTT – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia(GMNI) Cabang Kabupaten Sumba Barat Daya menyoroti dugaan keterlibatan oknum TNI dalam menambang pasir laut untuk kelancaran pembangunan Koperasi Desa Merah Putih(KDMP) di wilayah ini.
Dihadapan polisi, mereka dengan tegas mengatakan bahwa hukum hanya berlaku untuk menangkap rakyat kecil yang melakukan hal serupa. Mereka bahkan mencontohkan penangkapan terhadap beberapa masyarakat, termasuk 2 mahasiswa yang saat ini mendekap di jeruji besi.
Pernyataan itu disampaikan oleh salah satu orator, Dedianto Daghu Kezo ketika melakukan aksi di depan Polres Sumba Barat Daya, Rabu(17/06/2026).
Dedianto menyebut keseriusan kepolisian dalam menegakkan hukum di Sumba Barat Daya penuh dengan ketimpangan. Ia menilai bahwa hukum hadir hanya untuk melindungi para elit, tidak untuk rakyat kecil.
“Apakah karena mereka adalah TNI makanya takut untuk ditangkap? Jangan takut bapak, semua harus dibongkar. Kami tidak mau lagi menutupi temuan-temuan di lapangan selama kami melakukan advokasi,” tegas Dedianto disambung merdeka para aktivis lainnya.