Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Kepala Sekolah Yatutim Desak SLD Tanggung Jawab Pinjaman di Bank BRI: Pinjaman Mencapai Rp2 Miliar, Kami ini Korban

Rian Marviriks Storintt.id
Jika diakumulasi semua pinjaman, dari 30-an orang, mereka menyebut total keseluruhan pinjaman hampir mencapai Rp2 miliar. Untuk itu, para kepala sekolah dan guru-guru mendesak SLD supaya melunasi tunggakan tersebut. Mereka juga meminta supaya SLD jangan cuci tangan dan mengorbankan kepala sekolah dan guru-guru.(Dokpri Rian Marviriks)

Anderias merasa heran jika dirinya dkk dituding melakukan kredit bank atas kemauan pribadi. Sebab, dirinya dkk tidak pernah mengetahui jumlah honor kepala sekolah ketika yayasan melantik mereka. Tidak ada jumlah gaji yang tertulis dalam SK tersebut sebagai jaminan untuk mendapat persetujuan dari pihak bank.

Ia menjelaskan, sebelum pengajuan kredit, SLD meminta dirinya dkk sekitar bulan Desember 2018 untuk bertemu di yayasan guna membahas hasil kerja sama antara pihak bank dan Yatutim. Saat itu, SLD meminta kepala sekolah untuk membantu dirinya dengan menggadaikan SK di bank. SLD memberi keyakinan bahwa seluruh cicilan bulanan akan menjadi tanggung jawab yayasan tanpa membebani guru-guru dan kepala sekolah. Pihak bank disebutnya akan memotong cicilan melalui rekening giro yayasan.

Baca Juga  Kadis Pertanian SBD 'Bersilat Lidah' Dengan Kelompok Tani Hingga Salahkan Wartawan

Dengan penjelasan itu, kepala sekolah dan guru-guru pun menyetujui. Mereka langsung diminta tanda tangan dokumen pengajuan tanpa memberi ruang dalam membaca isi dokumen tersebut. Dalam proses itu, sekitar 30-an guru-guru, termasuk kepala sekolah yang bersedia gadaikan SK. Mereka belum mengetahui jumlah pinjaman yang diajukan.

Baca Juga  SMK Tamera Milik YATUTIM di SBD Diterpa Angin Sejak Bulan Januari Belum Diperbaiki: Siswa Kelas XII Sedang Persiapan Ujian Nasional
Tutup
error: Content is protected !!