Kepala Sekolah Yatutim Desak SLD Tanggung Jawab Pinjaman di Bank BRI: Pinjaman Mencapai Rp2 Miliar, Kami ini Korban
“Ade-ade tolong bantu saya, saya akan memakai ade-ade punya SK untuk saya gadaikan di bank, untuk melakukan pinjaman di bank. Jadi saat itu kami sempat melakukan sanggahan, bapak mau pakai kami punya SK, kami mau bayar pakai apa? Karena sejak 2015 dan 2016 sekolah-sekolah Yatutim berdiri, kami tidak pernah mendapat gaji satu rupiah pun dari yayasan dan SK yang diberikan kepada kami itu SK yang tidak ada nominal gajinya. SLD bilang sudah, itu aman, nanti saya yang atur SK itu, ade-ade hanya bantu saya gadaikan SK di sana, soal pengembalian, bank berhubungan dengan yayasan, tidak akan mengganggu ade-ade mereka,” kata Anderias.
Memasuki bulan Januari 2019, Anderias dkk mendapat telefon dari SLD untuk segera ke Bank BRI Unit Elopada untuk melakukan pencairan. Mereka diminta membawa kartu keluarga, KTP dan NPWP, dan istri/suami bagi kepala sekolah atau guru-guru yang sudah bekeluarga.
Di bank, mereka disambut baik oleh petugas teller. Kemudian, pihak bank meminta dokumen yang dibutuhkan untuk mencetak buku rekening. Anehnya, setelah menyerahkan dokumen-dokumen itu, pihak bank langsung memberikan buku rekening tanpa melalui proses yang lama. Dan di dalam buku itu sudah terterah jumlah pinjaman yang dicairkan. Saat itu juga, mereka baru mengetahui jumlah pinjaman.