Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Orangtua Siswa SDN Wanno Talla Yang Sempat Viral Terima Bansos PKH Tahap I 2026

Rian Marviriks Storintt.id
Sebelumnya, sejak tahun 2024, orangtua Jun sudah menerima bansos PKH, namun demikian, pada akhir tahun 2025, harus batal menerima karena memiliki Kartu Keluarga(KK) yang ganda.

STORINTT – Berbagai upaya pendampingan dilakukan oleh tim PKH Kecamatan Wewewa Barat, Sumba Barat Daya dalam memastikan orangtua siswa SDN Wanno Talla Firjun Saputra Tanggu alias Jun sebagai penerima bantuan sosial berupa PKH pada tahun 2026.

Sebelumnya, sejak tahun 2024, orangtua Jun sudah menerima bansos PKH, namun demikian, pada akhir tahun 2025, harus batal menerima karena memiliki Kartu Keluarga(KK) yang ganda.

Diketahui, Jun merupakan anak dari sepasang suami istri, Arianto Malo dan Debora Milla Ate warga Kampung Puu Redapa, Dusun III, Desa Raba Ege, Wewewa Barat, Sumba Barat Daya, NTT.

Terdatanya orangtua Jun sebagai penerima manfaat tidak terlepas dari komitmen tim PKH yang terus mendampingi dalam memperbaiki data kependudukan(Kartu Keluarga) yang sebelumnya disebut ganda.

Baca Juga  Viral! Anak SDN Wanno Talla di Sumba Barat Daya Pakai Sepatu Sobek ke Sekolah

“Awalnya data suaminya itu ganda, sehingga pada bulan Oktober, November, Desember 2025 saat itu dapatnya bantuan BLT Kesra. Tapi sekarang nama istrinya sudah terdata sebagai penerima PKH, kemarin Tahap I sudah terima PKH,” kata Koordinator PKH Kecamatan Wewewa Barat, Delsiana Ngongo, Kamis(26/03/2026).

Disisi lain, Delsiana menyampaikan bahwa pada saat penyaluran bansos PKH dan sembako tahap I 2026, pihaknya belum menerima pengaduan tentang lulusan PPPK Paruh Waktu yang masih menerima bansos tersebut.

Baca Juga  Viral Karena Sepatu Sobek, Bantuan Untuk Siswa SDN Wanno Talla Diserahkan

Kendati begitu, kata dia, tim pendamping PKH di wilayah Kecamatan Wewewa Barat sudah melakukan verifikasai data penerima yang telah lulus PPPK. Nantinya, data-data tersebut akan dikirimkan ke dinas sosial untuk menjadi bahan evaluasi bersama.

“Memang belum ada keluhan, tapi sebelumnya data penerima bansos PKH maupun sembako itu sudah keluar baru mereka(PPPK Paruh Waktu) baru menerima SK. Tetapi teman-teman pendamping di Wewewa Barat sudah mendata KPM yang sudah lulus PPPK untuk tidak lagi menerima pada tahap II nanti. Kita usahakan supaya semua data bisa terkonfirmasi dan benar-benar tepat sasaran,” katanya lagi.

Tutup
error: Content is protected !!