Rekomendasi DPRD Dapil III, Alfonsus Yamba Kodi Dalam Murembangcam Wewewa Barat: Itu Semua Keluhan Masyarakat
STORINTT – Anggota DPRD Dapil III Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara menyampaikan beberapa rekomendasi hasil dari aspirasi masyarakat dalam kegiatan musawarah perencanaan pembangunan tingkat Kecamatan Wewewa Barat, Senin(23/02/2026) kemarin.
Diketahui, forum itu bertujuan untuk menghasilkan beberapa kesepakatan tentang prioritas pembangunan supaya tidak tumpang tindih dengan pembangunan antara desa, kecamatan dan kabupaten.
Dalam kesempatan itu, anggota DPRD Dapil III Fraksi PAN, Alnfonsus Yamba Kodi menyampaikan beberapa rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.
Alnfonsus yang akrab disapa Alfon itu mengatakan, dirinya fokus pada penyampaian aspirasi dalam pembangunan infrastruktur jalan, pertanian, rumah layak huni dan perluasan jaringan listrik dipelosok desa, khususnya di wilayah Kecamatan Wewewa Barat.
Menurutnya, pada bidang pembangunan infrastruktur jalan, beberapa titik jalan yang dinilai rusak berat di wilayah Kecamatan Wewewa Barat menjadi slah satu rekomendasi supaya bisa diperbaiki pada tahun 2026. Kondisi beberapa titik jalan itu, kata dia, juga menjadi keluhan masyarakat Wewewa Barat selama ini.
Adapun beberapa titik jalan direkomendasikan oleh Alfon, diantaranya, jalan di Wee Kii penghubung Desa Wali Ate – Desa Sangu Ate, Jalan Weekura-Weekombak, Jalan di Desa Raba Ege, Desa Kalembu Tillu, Desa Lua Koba, Desa Watulabara dan jalan menuju kantor Kecamatan Kecamatan Wewewa Barat.
“Beberapa titik jalan itu sudah rusak berat. Apalagi itu jalan utama yang sering dilintasi masyarakat dalam menjual hasil pertanian. Selain itu juga banyak fasilitas umum di sana. Misalnya, jalan di Wee Kii itu bisa menghubungkan masyarakat dengan Puskesmas Weekombak,” kata Alfons, Selasa(24/02/2026) ketika dihubungi via telepon whatshap.
Lebih lanjut, Alfon juga menyoroti kebutuhan masyarakat dalam bidang pertanian. Sebagai bentuk menyambut kehadiran program Makan Bergizi Gratis(MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih(KDMP), ia merekomendasikan supaya pemerintah dapat menyalurkan bantuan untuk kebutuhan para petani. Seperti alsintan, benih tanaman horti, dan lain sebagainya.
Menurutnya, masyarakat Wewewa Barat mempunyai niat bekerja yang tinggi. Sehingga pemerintah disebutnya harus benar-benar hadir dalam melayani serta mendukung segala bentuk aktivitas mereka, baik pertanian mau pun perkebunan.
“Sebagai bentuk mendukung kehadiran MBG dan KDMP, saya juga mendorong supaya pemerintah bisa mendukung kebutuhan masyarakat petani kita. Dan saya juga minta supaya ada pemerataan dalam penyaluran bantuan alat pertanian,” kata dia.
Selain itu, ia juga menyampaikan kebutuhan masyarakat tentang perluasan jaringan listrik dan bantuan rumah layak huni. Menurutnya, masih banyak masyarakat di wilayah kecamatan ini yang belum merasakan penerangan cahaya listrik pada malam hari.
Ia mencontohkan, di Desa Taworara kurang lebih 70 kepala keluarga masih terisolasi. Bahkan beberapa diantara mereka sudah terpasang meteran, namun karena jaringan listrik yang belum memadai, akhirnya meteran tersebut belum berfungsi.
Sementara, untuk rumah layak huni, ia meminta supaya pemerintah menyasar seluruh masyarakat yang berada di desa terpencil.
“Itu hasil komunikasi saya dengan masyarakat. Sudah ada masyarakat yang padang meteran, tapi sampai sekarang belum dimanfaatkan. Contohnya di Desa Taworara, masih banyak meteran yang belum dimanfaatkan karena kabel induk itu sangat jauh, padahal meteran sudah dipasang. Sepertinya itu dipasang menggunakan dana desa. Jadi kemarin dalam murembangcam saya usulkan supaya ada perluasan jaringan listrik,” katanya lagi.
Alfon menyebut bahwa seluruh rekomendasi itu sangat penting dan menjadi kebutuhan prioritas masyarakat Wewewa Barat. Namun, ia menyadari bahwa keterbatasan anggaran tentunya akan menjadi pertimbangan.
Untuk itu, Alfon berharap supaya program pembangunan, khususnya apa yang menjadi usulan dalam Musrembangcam, beberapa diantaranya dapat terealisasi demi memenuhi kebutuhan masyarakat.***