Sejuk! Dikala Bupati Ratu Wulla Memayungi Ketua DPRD SBD di Tengah Hujan: Simbol Sinergitas dan Kerendahan Hati
STORINTT – Momen langka terjadi dikala Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla memayungi Ketua DPRD, Rudolf Radu Holo di tengah hujan yang mengguyur.
Ketua DPRD SBD sendiri tampak tersenyum dan sekali-sekali menoleh ke arah Bupati Ratu Wulla. Sepertinya ada hal serius yang sedang diperbincangkan dalam momen “satu payung” itu.
Tentunya, ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan juga tentang empati dan kerendahan hati.
Selain itu, momen itu juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik seragam dinas dan lencana emas, ada tanggung jawab untuk saling menjaga martabat sesama rekan kerja demi kepentingan rakyat yang lebih besar.
Dengan demikian, seorang pemimpin sejati tidak ragu untuk melakukan hal kecil bagi orang lain. Ini membuktikan bahwa jabatan hanyalah fungsi, namun kemanusiaan adalah yang utama.
Pemandangan tak biasa itu tertangkap kamera Protokol ketika Bupati Ratu Wulla dan Ketua DPRD SBD menghadiri kegiatan Musrembangcam di Kecamatan Kodi Utara, Selasa(24/02/2026). Kemudian video pendek dan foto itu juga telah diunggah oleh Bupati Ratu Wulla di akun media sosial resminya.
Di tengah hujan yang mengguyur lokasi kegiatan, Bupati Ratu Wulla tertangkap kamera sedang memegang payung berwarna biru dan memayungi Ketua DPRD SBD. Keduanya tampak terlihat santai berjalan menuju ruangan Kantor Kecamatan Kodi Utara.
Tentunya, momen itu bukan hanya sekedar soal perlindungan dari air hujan yang turun secara tiba-tiba, melainkan dapat dinilai sebagai simbol kuatnya harmoni dan sinergitas antara eksekutif dan legislatif dalam membangun daerah ini.
Bukan hanya itu, kerendahan hati orang nomor satu di Sumba Barat Daya itu juga memberi isyarat penting bahwa hubungan dan komunikasi antara eksekutif dan legislatif sangat stabil demi kepentingan dalam melayani masyarakat Sumba Barat Daya, NTT.
Membangun Daerah dengan Harmoni
Harmoni antara Bupati dan Ketua DPRD adalah kunci utama percepatan pembangunan.
Jika di tingkat personal saja mereka sudah menunjukkan rasa hormat yang tinggi, maka besar harapan bahwa koordinasi program pembangunan, penganggaran hingga pengawasan akan berjalan tanpa sumbatan komunikasi.***