Storintt

Dari NTT Untuk Indonesia

Stefanus Sosa Fasilitasi Petani Porang Untuk Meningkatkan Ekonomi Keluarga: Saya Membantu Supaya Mendapat Harga Yang Layak

Rian Marviriks Storintt.id
Anggota DPRD Fraksi Perindo Kabupaten Sumba Barat Daya, Stefanus Sosa atau Iste Sosa hadir di tengah-tengah petani porang untuk memfasilitasi mereka dalam menjual hasil perkebunan porang.

STORINTT – Anggota DPRD Fraksi Perindo Kabupaten Sumba Barat Daya, Stefanus Sosa atau Iste Sosa hadir di tengah-tengah petani porang untuk memfasilitasi mereka dalam menjual hasil perkebunan porang.

Bukan hanya bersuara keras di pemerintahan untuk menyuarakan aspirasi konstituennya di Dapil III guna mendapatkan bantuan, tetapi juga hadir untuk membantu para petani porang supaya mendapatkan harga yang layak demi meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

Iste Sosa menyebut inisiatif yang dilakukannya sebagai bagian dari wujud kepedulian terhadap rakyat kecil yang sedang menaruh harapan pada hasil pertanian, termasuk perkebunan.

Apalagi dengan efesiensi anggaran yang terjadi saat ini, sehingga diakuinya bahwa sebagai wakil rakyat bukan hanya bersuara di pemerintahan, tetapi juga hadir untuk membuka akses dalam memastikan hasil bumi petani mendapatkan harga yang layak. Hal itu juga untuk mendongkrak berbagai sektor usaha demi meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kita tidak hanya bisa pasrah dengan keadaan yang terjadi. Efesiensi anggaran ini benar-benar terasa, bisa saja semua masyarakat tidak bisa merasakan bantuan pemerintah, tetapi itu bukan masalah, itu tantangan, dengan cara kita dalam menyelamatkan kondisi ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan membuka akses, melihat peluang dan memanfaatkannya. Saya rasa kita semua, atau sebagai DPRD pasti punya relasi yang baik dengan berbagai pihak, mari kita jemput bola, saya yakin masyarakat kita akan merasakan dampaknya,” kata Iste Sosa yang juga anggota DPRD SBD Dua Periode itu, Senin(30/03/2026) ketika dihubungi via telefon whatshap.

Baca Juga  Rekomendasi DPRD Dapil III, Alfonsus Yamba Kodi Dalam Murembangcam Wewewa Barat: Itu Semua Keluhan Masyarakat

Menurutnya, selama ini petani porang menggantungkan harapan mereka kepada pembisnis keliling yang masuk ke kampung, tetapi ditawarkan dengan harga yang sangat merugikan mereka.

Dengan begitu, keuntungan besar akan dirasakan oleh para pembisnis, bukan lagi petani yang bekerja keras dalam menanam porang. Tentunya, permainan harga tersebut sangat merugikan petani porang.

Mendengar keluhan-keluhan itu, Iste Sosa berinisiatif membangun komunikasi dengan salah satu pabrik porang yang berada di wilayah Sumba Barat Daya, tepatnya di Kadul. Ia meminta supaya pabrik tersebut dapat menerima petani secara langsung untuk menjual tanaman porang mereka.

Usaha Iste Sosa pun mendapat respon positif. Ia kemudian kembali ke desa untuk sosialisasikan kepada petani porang. Di sana, Iste Sosa meminta petani untuk menjual porang di pabrik tersebut guna mendapatkan harga yang sesuai.

Bahkan, Iste Sosa juga meminta pabrik supaya bisa membantu para petani dalam menyediakan kendaraan untuk mengangkut porang di setiap desa demi mengurangi biaya transportasi. Hal itu juga direspon baik oleh pemilik pabrik, namun mereka bisa menjemput hasil panen apabila petani menyiapkan sebanyak 3 truk.

“Saya bukan bisnis. Saya hanya fasilitasi mereka(petani porang-red) atau mengarahkan supaya langsung menjualnya dipabrik porang terdekat yang berada di Kadul. Dan itu mereka sudah lakukan hingga merasakan keuntungan dengan harga yang bagus tanpa lagi melalui pihak-pihak lain. Saya sudah sosialisasikan dibeberapa desa sejak beberapa hari lalu dan disambut baik oleh petani porang,” kata Iste Sosa.

Baca Juga  Rincian Dana Desa Kabupaten Sumba Barat 2025, Desa Dede Kadu Rp1,2 Miliar

Lebih lanjut, Iste Sosa mengatakan, ketika melakukan sosialisasi, ia menampung sejumlah keluhan petani porang. Beberapa diantaranya adalah kesulitan dalam memperoleh pupuk NPK.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman petani porang, ketika menggunakan pupuk NPK, tanaman porang bisa langsung dipanen setelah 6 bulan pasca ditanam, serta menghasilkan tanaman yang berkualitas tinggi.

Ia berjanji akan menyampaikan keluhan itu di Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan.

Bukan hanya soal penyediaan pupuk, Iste Sosa juga akan meminta dinas terkait untuk bisa menyediakan bibit tanaman porang demi mendukung usaha petani porang yang berkelanjutan.

“Saya segera menyampaikan keluhan-keluhan itu di pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Dinas Perkebunan untuk bisa memperhatikan juga kebutuhan petani porang. Usaha ini sangat menjanjikan. Apalagi di SBD sudah ada 2 pabrik porang, tentunya ini salah satu cara kita bersama untuk mendongkrak berbagai sektor usaha dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya lagi.

Hingga saat ini, Iste Sosa sedang memanfaatkan peluang itu dengan mendatangi petani di setiap desa untuk memotivasi supaya tetap giat menanam porang. Sebab, saat ini di SBD sudah tersedia pabrik porang.***

Tutup
error: Content is protected !!