Warga Desa Werilolo SBD Mengadu Karena Nama Tiba-Tiba Hilang Sebagai Penerima PKH, Kadis Sosial: Habis Lebaran Kami Panggil
STORINTT – Viral video di media sosial yang memperlihatkan seorang ibu sedang mengadu karena namanya tiba-tiba hilang sebagai penerima bantuan sosial PKH pada tahap I 2026.
Video berduraai 1.29 menit itu diunggah oleh akun facebook @Son. Dalam keterangan video itu, ia menuliskan bahwa seorang ibu datang mengadu di pendamping PKH untuk pertanyakan alasan namanya yang tiba-tiba hilang atau tidak lagi menerima bantuan sosial PKH.
“Ini Ibu datang di pendamping PKH pertanyakan terkait PKH yang selama ini dia terima terus dan di tahun 2026 namanya tidak lagi Keluar dalam penerimaan PKH tahap 1 2026. Jadi di himbau untuk tanya langsung di Dinas untuk mengetahui pasti kendalanya,” tulisnya dikutip storintt.id, Kamis(19/03/2026).
Berdasarkan isi video tersebut, seorang ibu itu dengan tegas menanyakan penjelasan atas persoalan tersebut. Ia bahkan mengaku sudah pernah mendatangi pihak Dinas Sosial dalam mempertanyakan sejumlah uang yang hendak diterima.
Namun, kata dia, pihak Dinas Sosial menyampaikan kalau uang tersebut sudah dikembalikan di kementerian.
“Saya punya uang yang sekian tahun, saya menghadap di Dinas Sosial, ternyata jawabannya sampai sana kan, uangnya mama kan dikasih pulang ke kementerian, kenapa mama tanya di saya? Kenapa uang saya dikasih pulang, bodoh kementerian. Uangnya masyarakat Werilolo, namanya Magdalena,” kata dia dalam video viral tersebut.
Lebih lanjut, dengan penjelasan dari pihak Dinas Sosial, dia merasa kesal karena yang mengetahui kebutuhan atau layaknya masyarakat menerima bantuan sosial adalah pendamping PKH, termasuk pemerintah desa.
“Habis sekarang, Markus omong, nama baru keluar, sekarang namanya dipending lagi, istilah sistim, kami masyarakat tidak tahun sistim, sementara yang tahu di sini adalah pendamping PKH dan bapak kepala desa,” tegasnya lagi.
Terkonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat Daya, Lukas Pati Mone mengaku sudah sudah mengetahui tentang video viral tersebut.
Namun, ia belum memastikan kendala yang dialami warga tersebut sehingga tidak menerima bantuan sosial berupa PKH tahap I tahun 2026. Untuk itu, Lukas berjanji akan memanggil yang bersangkutan seusai libur lebaran.
“Ia, sudah, kemarin itu saya diskusi dengan ibu kabid juga. Desa Werilolo bilang, tapi nanti kita panggil dulu setelah libur lebaran untuk lebih memastikan lagi, memang persoalan itu harus segera diselesaikan demi memastikan duduk persoalannya. Saya tidak tahu waktu dia ke kantor ketemu siapa, tapi kalau dia ketemu di bidang yang bersangkutan pasti clear masalahnya,” Kata Lukas, Kamis(19/03/2026).
Menurut Lukas, soal penyetoran kembali uang PKH ke kementerian merupakan urusan juru bayar, dalam hal ini Kantor POS.
“Kalau dibilang uang disetor kembali, itu lebih ke ranahnya PT POS, sebagai juru bayar. Kalau soal terima atau tidak lagi itu baru ranahnya kami Dinas Sosial. Pasti ada komponen yang salah, tapi atau kah ada kesengajaan di juru bayar, nanti kita harus cek juga,” katanya lagi.***